“Kisah ibu Kosnstanta yang hidup Bersama Sembilan anaknya, berharap Pemerintah Membantu Pendidikan 9 Anaknya dan Rumah Layak Huni”
Nabire, Kalawaibumiofi.com I Hidup dalam dalam rumah reyot dan hampir roboh. Belum lagi sebagian tubuhnya lumpuh tidak menghalangi seorang ibu untuk menyerah.
Di balik keterbatasan, ia tetap berjuang dengan satu mimpi dan harapan besar. Agar sembilan anaknya bisa bersekolah dan meraih masa depan yang lebih baik.
Kisah ini datang dari keluarga sederhana di Jayapura Selatan. Ibu Kosnstanta Watori, seorang ibu rumah tangga yang menderita lumpuh pada kaki kiri dan tangan kiri.
Ia tetap berjualan pinang, rokok, dan sayuran di Pasar Sentral Hamadi untuk menghidupi sembilan anaknya. Suaminya Wellem, bekerja sebagai buruh lepas di pelabuhan dengan penghasilan tidak menentu.
Dari sembilan anak yang mereka miliki, hanya satu yang masih bersekolah di SMP Taruna Mulia kelas satu. Sedangkan delapan lainnya harus putus sekolah gegara keterbatasan biaya. Keluarga ini menghadapi kemiskinan ekstrem.
Rumah mereka di Jl. Nangka No. 29, Santarosa, RT 002/RW 008, Bukit Argapura, Jayapura Selatan, sudah tidak layak huni, atap bocor, dinding ditambal papan bekas, dan bangunannya rapuh.

Kehidupan sehari-hari sangat bergantung pada hasil jualan kecil Ibu Kosnstanta dan pekerjaan lepas sang suami. Sering kali, jika tidak ada hasil penjualan, mereka terpaksa menahan lapar.
Namun, yang paling menyayat hati bagi Ibu Kosnstanta adalah kenyataan bahwa delapan dari sembilan anaknya tidak bisa bersekolah.
Kondisi ini bukan baru terjadi, tetapi telah berlangsung bertahun-tahun. Hingga saat ini, situasi belum berubah. Biaya hidup yang tinggi di kota Jayapura semakin memperberat langkah keluarga ini untuk bertahan, apalagi untuk membiayai sekolah anak-anak mereka. Mereka tinggal di daerah Bukit Argapura, Jayapura Selatan.

Dari rumah tak layak huni itulah, setiap hari Ibu Kosnstanta berangkat menuju Pasar Sentral Hamadi untuk berjualan seadanya, meski tubuhnya tidak lagi sehat.
Keterbatasan ekonomi membuat keluarga ini kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, apalagi biaya pendidikan. Dengan kondisi fisik Ibu Kosnstanta yang lumpuh sebagian, penghasilan hanya bergantung pada jualan kecil-kecilan dan kerja serabutan sang suami. Namun, dibalik penderitaan itu, Ibu Kosnstanta punya alasan kuat.
Ia ingin sembilan anaknya mendapat pendidikan layak agar bisa memiliki masa depan lebih baik. Meski lumpuh di kaki kiri dan tangan kiri, Ibu Kosnstanta tetap memaksakan diri duduk berjualan pinang, rokok, dan sayuran di Pasar Sentral Hamadi.
Suaminya, Wellem, berusaha mencari rezeki di pelabuhan, meski hanya sebagai buruh lepas tanpa penghasilan tetap. Kehidupan keluarga ini berjalan hari ke hari. Kalau jualan laku, mereka bisa makan; kalau tidak, mereka harus berlapar. Dalam keterbatasan itu, Ibu Kosnstanta tetap menyampaikan harapan besar:
“Saya mohon pemerintah bisa membantu biaya pendidikan untuk anak-anak saya, supaya mereka semua bisa sekolah. Saya juga minta bantuan pekerjaan yang tetap untuk suami, dan kalau bisa kami punya rumah yang layak huni. Karena rumah kami sekarang sudah tidak layak ditempati,” ungkapnya dengan penuh harap.
Harapan Seorang Ibu Sembilan anak adalah tumpuan masa depan bagi keluarga Kosnstanta. Walaupun delapan diantaranya belum bisa bersekolah, ia tetap bermimpi suatu hari nanti mereka bisa duduk di bangku pendidikan. Bagi Kosnstanta, pendidikan adalah jalan keluar dari lingkaran kemiskinan.
“Anak-anak saya jangan ikut susah seperti saya. Mereka harus sekolah, supaya bisa jadi orang baik dan punya masa depan,” katanya.
Kisah Ibu Kosnstanta Watori adalah potret nyata perjuangan masyarakat kecil di Papua. Dengan kondisi fisik yang lumpuh, ekonomi yang terbatas, dan rumah yang tidak layak huni, ia tetap berusaha demi anak-anaknya. Satu-satunya yang ia harapkan kini adalah perhatian pemerintah dan uluran tangan semua pihak, agar sembilan anaknya bisa melanjutkan sekolah dan keluarga ini memiliki kehidupan lebih layak.[*]
Dapatkan update berita Kalawaibumiofi.com dengan bergabung di saluran Portal kalawaibumiofi.com Nabire di WhatsApp: https://kalawaibumiofi.com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbAohiL8vd1I15XzTI30 serta Grup Telegram https://t.me/+P5c3ACjtcVNiM2Jl Caranya muda, Anda bisa mendapatkan melalui Aplikasi WhatsApp dan Telegram. Juga dapat di akses melalui akun (Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, Tiktok) dengan nama akun Kalawaibumiofi.com

















