Hari itu, Jumat (27/3/2026), di bawah payung di Tengah teriknya cuaca panas siang itu, senyuman Rossaliana Jadi ‘Rahasia’ Jualan Kopi Keliling. Rossalina (19), menjajakan dagangannya di Halte depan SMP Negeri 4 Nabire, di pinggir Jalan Pepera yang ramai kendaraan berlalu lalang.
Sorot mata Rossaliana Rollo, fokus sedang mengaduk kopi hangat yang akan disajikan ke tangan pembeli.
Payung besar di atas gerobak kopi kelilingnya, menjadi tempat perlindungan dari terik matahari yang menyengat siang itu. Meski keringat mulai menetes di pelipisnya, senyumnya tetap terpampang lebar.
Sesekali, ia menggerakkan badan kecil sambil tertawa bersama pembeli yang datang rutin memesan kopinya.
Suasana riang itu menyatu dengan aroma kopi yang harum mengelilingi lokasi penjualan yang sudah jadi “markas”nya setiap hari.
“Saya memang suka ngobrol sama pembeli, jadi mereka merasa nyaman datang kesini. Kadang mereka cerita masalahnya, saya cuma denger dan kasih semangat aja,” ujar mahasiswi semester tiga Sekolah Tinggi Teologi Baptis West Papua (STT BMW) itu dengan nada ramah.
Bagi Waktu Antara Kuliah dan Jualan Kopi
Perempuan asal Jayapura ini adalah bagian dari usaha “Kopi Dari Timur” milik Rio Aminuddin, yang memiliki rumah produksi di Kalisusu.
Bersama rekannya Lisa Sawaki yang berjualan di depan Polda Papua Tengah, mereka menjalankan UMKM kopi keliling ini dari Senin hingga Sabtu – bahkan bisa melanjutkan hingga Minggu jika ada permintaan.
“Jam kerja mulai pukul 07.00 WIT sampai jam 21.00 WIT, tergantung cuaca aja. Kalau udah mau hujan, kita langsung pulang aja biar barangnya nggak basah,” jelasnya.
Dalam sehari, mereka mampu menjual sekitar 70 hingga 80 cangkir kopi, dengan berbagai varian yang disukai pelanggan lokal.
Saat ini tengah libur kuliah sebelum masuk semester baru pada bulan Juni, Rossaliana memilih untuk bekerja daripada hanya tinggal diam di asrama kampus yang berlokasi di Jalan Samabusa.
Ia mengaku memanfaatkan kesempatan ini untuk memenuhi kebutuhan hidup sendiri dan menimba pengalaman.
“Jangan Gengsi, Selama Halal Apa Saja Boleh” ungkapnya.
Jualan Rossaliana, merupakan usaha Kopi Dari Timur yang merupakan bentuk pemberdayaan bagi anak muda Papua, dengan fokus untuk memberikan kesempatan kerja kepada orang asli Papua.
Bagi Rossaliana, pekerjaan sebagai penjual kopi keliling bukanlah hal yang membuatnya malu – justru menjadi sumber kebanggaan.
“Saya mau kasih pesan buat anak-anak Papua yang sama kayak saya. Jangan pernah gengsi atau malu buat kerja keras. Selama pekerjaannya halal dan baik, apa aja boleh dilakukan,” ungkapnya dengan tatapan tegas.
Menurutnya, pekerjaan saat ini bukanlah akhir dari segalanya. “Apa yang kita kerjakan hari ini belum tentu selamanya kita kerjakan. Yang penting kita terus semangat dan nggak pernah menyerah buat capai cita-cita,” tambahnya sambil menyusun gelas kosong yang sudah digunakan pembeli.
Di tengah panasnya cuaca dan kesibukan harian, senyuman Rossaliana tetap menjadi daya tarik tersendiri.
Bagi pembeli yang datang setiap hari, dia bukan hanya penjual kopi – melainkan sosok muda yang menunjukkan bahwa kerja keras dan kejujuran adalah kunci untuk meraih masa depan yang lebih baik. [*]

















