Nabire, Kalawaibumiofi.com | Wakil Ketua Satgas Percepatan Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Nabire, Yasor Victor Sawo, menekankan pentingnya kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
“Dapur MBG harus memenuhi standar BGN, dikelola sesuai SOP, dan tidak boleh ada intervensi dari mitra dalam operasional dapur,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, di Jalan Ahmad Yani, Jumat, (27/3/2026).
Ia juga menegaskan bahwa makanan dalam program MBG wajib dikonsumsi langsung di lokasi dan tidak diperbolehkan dibawa pulang, guna menjaga kualitas serta memastikan manfaat gizi diterima secara optimal oleh penerima.
“Satgas MBG akan melakukan pengawasan ketat terhadap operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk pemenuhan persyaratan teknis seperti Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS), kualitas air bersih, serta sistem pengelolaan limbah (IPAL),” tegas Sawo.
Lanjutnya, SATGAS juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi, mengingat kondisi geografis Nabire dengan sebaran sekolah yang cukup luas.
Makanan yang dimasak sejak dini hari harus tetap layak konsumsi saat diterima. Karena itu, waktu distribusi dan kesiapan armada harus diperhitungkan secara matang.
“Apabila armada pengangkut tidak sebanding dengan jumlah sekolah dan penerima manfaat, maka perlu dilakukan penyesuaian jumlah penerima atau penambahan SPPG agar distribusi tetap efektif,” pungkasnya.
Diketahui, operasional dapur SPPG akan kembali berjalan dan beroperasi pada 31 Maret 2026 setelah sebelumnya dihentikan sementara selama masa libur. [*]

















