Nabire, Kalawaibumiofi.com | Dunia sepakbola Indonesia dikejutkan dengan kabar duka berpulangnya Yosep Iyai, legenda sepakbola dari daerah Meepago, Papua Tengah. Kabar duka ini disampaikan pada Sabtu (28/3/2026), dengan doa agar jiwanya mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.
Yosep Iyai lahir di Paniai pada 27 Juni 1975. Ia merupakan pemain berbakat yang memulai karirnya dari PS Aditama, hasil asuhan dari Pak Yulius, sebelum bergabung dengan Persinab Nabire.
Kariernya kemudian melejit di sejumlah klub besar di Indonesia, antara lain PSBL Bandar Lampung, Persikota Tangerang, Arema FC, Perseman Manokwari, dan Persipani Paniai.
Kontribusinya di setiap klub membuatnya dikenang sebagai salah satu pemain terbaik dari daerah Meepago.
Sebagai salah satu penyerang mungil yang pernah dimiliki Arema, pemain asal Meepago ini memperkuat skuad Singo Edan di musim 1999-2000.
Kecepatan berlari menjadi senjata andalannya meski memiliki tinggi badan hanya 155 cm. Postur mini tersebut justru membuatnya sering merepotkan lawan yang lebih tinggi darinya.
Dia langsung mencetak gol perdananya untuk Arema di debutnya dalam laga derby Malang kontra Persema Malang pada 07 November 1999.
Sayangnya, gol tersebut sekaligus menjadi satu-satunya gol Iyai di sepanjang karirnya bersama Arema.

Selain prestasinya di lapangan, Yosep Iyai juga dikenal sebagai sosok yang gigih melawan rasisme dalam sepakbola. Sebuah cerita yang tersebar melalui media Cenderawasih Pos menceritakan perjuangannya saat masih berseragam Arema FC dalam laga kontra Persipura Jayapura.
Yosep pernah mengkritik manajemen Persipura yang dianggap kurang memperhatikan pemain dari daerah pegunungan, dan berjanji akan mencetak gol di Stadion Mandala Krida.
Janjinya pun terwujud, bahkan membuat bek Persipura kewalahan. Meskipun gol kedua Arema yang dicetak dianggap offside oleh wasit (meskipun diperdebatkan tidak offside) sehingga hasil laga berakhir 1-1, perjuangannya langsung mendapatkan perhatian dan diwawancarai manajemen Persipura di lapangan.
Yosep juga berasal dari keluarga yang memiliki darah sepakbola. Kakak kandungnya, Piet Iyai, juga seorang pesepakbola, begitu pula adiknya Agus Iyai meskipun tidak setenar sang kakak.
Semoga almarhum Yosep Iyai ditempatkan di sisi yang penuh kebahagiaan dan damai. Selamat jalan sang legenda sepakbola Indonesia dari Tanah Papua. [*]
“Rest In Peace Yosep Iyai”
*Berita ini akan diperbaharui jika mendapatkan informasi tambahan guna perbaikan.

















