Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Lintas Papua Tengah

BGN Nabire Pindahkan Perawatan 5 Pasien yang Diduga Keracunan

9
×

BGN Nabire Pindahkan Perawatan 5 Pasien yang Diduga Keracunan

Sebarkan artikel ini
Korwil BGN Nabire, Marsel Asyerem saat menjenguk salah satu Pasien di Klinik Mata Rihensa, Nabarua. Jumat malam (13/3/2026).
Example 468x60

Korwil BGN Marsel Asyerem menjenguk setelah memindahkan Pasien dari klinik Rihensa ke Klinik Alfa Benedik Jaya, jalan Manado . Sabtu, (14/3/2026).– Kalawai.

Nabire, Kalawaibumiofi.com | Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Nabire, Papua Tengah memindahkan lima pasien yang sebelumnya diduga keracunan Makanan Bergizi Gratis atau MBG dari Klinik Rihensa ke Klinik Alfa Benedik Jaya yang berlokasi di Jalan Manado–Kalisusu, Nabire, Sabtu (14/03/2026) siang.

Pemindahan tersebut dilakukan setelah koordinasi antara Korwil BGN Nabire dengan Kepala SPPG Lani serta pihak mitra, guna meningkatkan pelayanan kesehatan bagi para pasien. Kelima pasien itu diduga keracunan MBG dari dapur SPPG Kampung Lani, Distrik Kimi, Rabu (11/03/2026).

Koordinator Wilayah BGN Nabire, Marsel Asyerem menjelaskan bahwa pemindahan ini bertujuan agar kelima pasien mendapatkan penanganan medis yang lebih optimal, termasuk pemeriksaan darah dan layanan kesehatan yang lebih prima.

Example 300x600

Ia juga menegaskan bahwa sebelum proses pemindahan dilakukan, pihaknya terlebih dahulu menyelesaikan seluruh biaya perawatan pasien di Klinik Rihensa.

“Setelah kami berkoordinasi dengan Kepala SPPG Lani dan mitra, lima pasien yang dirawat di Klinik Rihensa kami pindahkan ke Klinik Alfa Benedik Jaya agar mereka mendapatkan peningkatan pelayanan kesehatan, termasuk pemeriksaan darah dan layanan medis yang lebih optimal,” ujar Marsel, Minggu (15/03/2026).

Marsel menegaskan bahwa langkah ini dilakukan sebagai bentuk keseriusan BGN Nabire dalam menyikapi persoalan tersebut.

Katanya, meskipun hasil laboratorium dan diagnosis dokter hingga saat ini belum memastikan bahwa kondisi para pasien murni disebabkan setelah mengkonsumsi MBG.

Menurutnya, biaya perawatan pasien di Klinik Rihensa mencapai Rp.9.840.000 dan telah dilunasi oleh pihaknya.

“Pembayaran kami lakukan langsung kepada pihak Klinik Rihensa menggunakan gaji kami sendiri. Rinciannya meliputi biaya administrasi, konsultasi dokter, visite dokter, sewa kamar kelas II, tindakan keperawatan, pemeriksaan laboratorium, serta obat dan BHP,” ucapnya.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah beredar di media sosial terkait dugaan keracunan yang dialami siswa dan guru akibat mengonsumsi MBG dari dapur MBG Lani Teluk Kimi di Kampung Lani, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire. Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Rabu (11/3), namun baru viral pada Jumat (13/3). (Alvi)

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!