Nabire, Kalawaibumiofi.com | Pemerintah Kabupaten Nabire menggelar Forum Perangkat Daerah (FPD) untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. FDG berlangsung di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Nabire, Selasa (10/03/2026).
Kegiatan ini dihadiri Ketua Bapperida Kabupaten Nabire Dr. H. Mukayat, Sekretaris Daerah (Sekda) Yulianus Pasang, Ketua DPRD Kabupaten Nabire Nancy Worabay, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), kepala distrik, serta jajaran pejabat Pemkab Nabire. Forum ini menjadi tahap krusial dalam perencanaan pembangunan daerah untuk merumuskan kebijakan dan program tahun 2027.
Plt. Sekda Nabire Yulianus Pasang, menyoroti pentingnya perencanaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Ia juga mengingatkan kepala OPD agar tidak hanya menyusun program di atas meja, tetapi turun langsung ke lapangan.
“Kepala OPD jangan malas turun lapangan. Pastikan program dibutuhkan masyarakat, agar anggaran tepat sasaran dan berdampak nyata,” tegas Yulianus saat membuka kegiatan tersebut.
Ia berharap forum ini menghasilkan program pembangunan yang terarah, efektif, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nabire.
“Apalagi banyak fasilitas sebelumnya kurang dimanfaatkan karena perencanaan kurang tepat sasaran. Ini harus dipantau dengan baik,” harap Pasang.
Sementara itu, Ketua Bapperida Kabupaten Nabire Dr. H. Mukayat menjelaskan, FPD mengacu pada Undang – Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017.
Proses penyusunan RKPD telah melewati tahap rancangan awal, konsultasi publik, dan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat distrik.
“Hari ini kita selaraskan rencana kerja OPD dengan rancangan awal RKPD 2027, termasuk usulan masyarakat dari kampung via distrik dan pokok-pokok pikiran DPRD,” ujar Mukayat.
Ia menekankan, kualitas RKPD bergantung pada kelengkapan data dari OPD. “Data lengkap menghasilkan perencanaan maksimal; sebaliknya, data kurang berakibat hasil tidak optimal,” pungkasnya. [*]

















