Nabire, Kalawaibumiofi.com | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pembangunan tiga tower rumah bagi aparatur sipil negara (ASN) di Papua Tengah. Sidak dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai komitmen dan target dalam kontrak.
Deinas mengatakan sidak tersebut merupakan tindak lanjut dari komitmen pemerintah daerah saat melakukan kunjungan sebelumnya. Pemerintah Provinsi Papua Tengah sebelumnya meminta adanya penambahan tenaga kerja untuk mempercepat pembangunan tiga tower tersebut.
“Waktu pertama kita sudah sampaikan, tenaga kerja yang ada sekitar 65 orang harus ditambah. Sekarang penambahannya sudah menjadi 210 orang untuk membangun tiga tower,” kata Deinas saat melakukan sidak, Senin (21/9/2026).
Menurut Deinas, pemprov sengaja melakukan pemantauan secara langsung dan berkala untuk memastikan pembangunan tidak mengalami hambatan hingga melewati batas waktu yang telah ditetapkan dalam kontrak.
Sebab pembangunan tiga tower rumah ASN tersebut harus diselesaikan pada 31 Desember 2026 sesuai kontrak kerja.
“Ini sesuai kontrak. Pemerintah pusat sudah memberikan komitmen kepada pemerintah provinsi. Tiga tower rumah ASN ini harus selesai pada 31 Desember. Harus clear sesuai dengan kontrak,” tuturnya.
Deinas menjelaskan kedatangan pemerintah daerah bukan untuk mencari kesalahan pekerja maupun pihak pelaksana. Menurut dia, sidak dilakukan sebagai bentuk dorongan dan motivasi agar para pekerja dan pihak pelaksana dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai target.
“Tujuan kami datang bukan untuk menekan atau menakut-nakuti mereka, tetapi memotivasi dan mendorong supaya pekerjaan ini selesai sesuai kontrak,” jelasnya.
Ia menerangkan, pemerintah daerah akan terus melakukan pengawasan agar pekerjaan tidak terbengkalai. Gubernur dan wakil gubernur, kata dia, memiliki komitmen untuk memastikan pembangunan fasilitas pemerintahan dan rumah ASN tersebut berjalan hingga tuntas.
“Kalau kita tidak monitor terus, pekerjaan ini bisa terbengkalai. Karena itu pemerintah daerah, dalam hal ini gubernur dan wakil gubernur, berkomitmen untuk terus memonitor dan mendorong. Kami akan datang dan melakukan sidak supaya pekerjaan harus selesai,” terangnya.
Selain persoalan tenaga kerja, Deinas menyoroti ketersediaan material bangunan. Ia mengatakan jumlah tenaga kerja saat ini sudah bertambah, tetapi masih terdapat kendala pada pasokan material yang dinilai belum berjalan optimal.
“Tenaga sudah siap, tetapi barang-barangnya masih kurang. Pengiriman material juga lambat. Tadi saya sudah tekankan kepada pihak ketiga atau penyedia agar semua barang diusahakan tersedia penuh,” katanya.
Deinas mengungkapkan, pihak penyedia memastikan kebutuhan material tersedia sehingga pekerjaan dapat berjalan tanpa hambatan dan tetap memenuhi ketentuan kontrak.
“Semua harus sesuai dengan komitmen kontrak. Pembangunan harus selesai tahun ini sesuai kontrak yang ada,” ungkapnya.
Pada sidak tersebut, Wakil Gubernur Deinas meninjau tiga tower yang tengah dibangun. Deinas mengatakan pemantauan juga akan dilanjutkan pada Selasa (22/9/2026) dengan meninjau pembangunan gedung pemerintahan, yakni kantor Gubernur Papua Tengah, kantor DPR Papua Tengah, dan kantor Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah.
Untuk pembangunan tiga gedung tersebut, Deinas mengatakan pemerintah sebelumnya juga telah meminta penambahan tenaga kerja guna mempercepat pekerjaan.
“Besok kami akan turun lagi untuk mengecek kantor DPR, kantor Gubernur, dan kantor MRP. Waktu pertama tenaga kerja sekitar 300 orang dan kami sudah sampaikan untuk ditambah lagi,” terangnya.
Deinas berharap pengawasan dan penambahan tenaga kerja serta dukungan material dapat mempercepat pembangunan sehingga seluruh pekerjaan dapat dituntaskan sesuai jadwal.
Ia juga berharap para pekerja dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu sehingga pada akhir tahun mereka dapat kembali berkumpul bersama keluarga.
“Kami dorong supaya para tukang tidak takut, tetapi pekerjaan ini harus tuntas. Harapannya selesai sehingga pada Desember, bagi saudara-saudara kita yang merayakan Natal, mereka bisa pulang dan merayakan Natal bersama keluarga,” ujar Deinas.
Pembangunan sejumlah fasilitas pemerintahan tersebut menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur pemerintahan Provinsi Papua Tengah. Pemerintah daerah menyatakan akan terus melakukan pemantauan terhadap progres pekerjaan hingga seluruh pembangunan diselesaikan sesuai kontrak. [*]












