Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Tanah Papua

Di Intan Jaya, Gubernur Meki Bahas Soal Pendidikan, Infrastruktur hingga Beri Bantuan

1
×

Di Intan Jaya, Gubernur Meki Bahas Soal Pendidikan, Infrastruktur hingga Beri Bantuan

Sebarkan artikel ini

Nabire, Kalawaibumiofi.com |  Gubernur Papua Tengah Meki F. Nawipa, S.H. bersama rombongan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua Tengah memulai kunjungan kerja (kunker) ketiganya ke Kabupaten Intan Jaya, Selasa (15/9/2026).

Kunjungan kerja yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk memastikan pelayanan pemerintahan dan pembangunan tetap berjalan di wilayah pedalaman.

Dalam kunjungan itu, Gubernur dijadwalkan bertemu langsung dengan masyarakat, memantau sejumlah fasilitas publik, serta mendengarkan aspirasi warga terkait pendidikan, kesehatan, infrastruktur, energi dan pemberdayaan ekonomi.

Kabut Gagalkan Kunjungan ke Wandai

Agenda awal Gubernur dan rombongan adalah mengunjungi Distrik Wandai untuk bertemu dan berdialog dengan masyarakat. Namun, rencana tersebut batal karena kabut menutupi kawasan bandara sehingga helikopter tidak dapat mendarat.

Gubernur bersama Bupati Intan Jaya dan rombongan Forkopimda kemudian mendarat di Bandara Sokipaki Bilogai, Distrik Sugapa.

Kedatangan rombongan disambut meriah masyarakat setempat yang mengenakan pakaian adat. Dari bandara, Gubernur dan rombongan berjalan menuju kompleks sekolah YPPK yang berada di kawasan Gereja Katolik Bilogai, sekitar 350 meter dari bandara.

Di lokasi tersebut, Gubernur disambut para siswa, guru dan Ketua PSW YPPK Tillemans Intan Jaya, Pater Yance Yogi, Pr.

Gubernur kemudian melihat secara langsung pelaksanaan program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) yang telah diterapkan di SD YPPK Bilogai.

“Hebat ya. Bagus sekali,” kata Nawipa saat melihat kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut.

Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan memberikan dukungan terhadap pengembangan fasilitas sekolah karena program SSH di SD YPPK Bilogai dinilai telah berjalan dengan baik.

“Gedung ini juga kita akan bangun karena program SSH sudah berjalan dengan baik. Alat untuk menunjang SSH juga akan kita tambah,” ujarnya.

434 Siswa Belajar dengan Keterbatasan Ruang

Ketua PSW YPPK Tillemans Intan Jaya, Pater Yance Yogi, Pr., mengatakan SD YPPK Bilogai saat ini memiliki 434 siswa yang berasal dari berbagai kampung dan distrik di Kabupaten Intan Jaya.

Menurutnya, jumlah siswa tersebut masih terus bertambah, sementara fasilitas ruang belajar belum mencukupi.

“Izin Pak Gubernur, siswa di sini yang sekolah berasal dari semua kampung dan distrik. Jumlahnya lebih banyak, tetapi gedungnya kurang sehingga ada siswa yang belajar di ruang guru, ruang kepala sekolah dan kantor PSW YPPK,” kata Pater Yance.

Kondisi tersebut menjadi salah satu persoalan yang disampaikan kepada Gubernur dalam kunjungan tersebut.

Gubernur Cek PLN, Janji Intan Jaya Terang Akhir 2026

Setelah mengunjungi sekolah, Gubernur dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju fasilitas PLN di kawasan puncak Bilogai.

Di lokasi tersebut, Nawipa mengecek langsung kesiapan pembangkit listrik. Ia juga menyalakan mesin PLN dan memastikan mesin tersebut dapat beroperasi.

Gubernur mengatakan fasilitas PLN tersebut ditargetkan diresmikan pada akhir 2026.

“Ini kita akan resmikan akhir tahun sebagai hadiah Natal,” katanya.

Menurut Nawipa, pengoperasian fasilitas tersebut diharapkan menjadi langkah penting untuk meningkatkan pelayanan listrik bagi masyarakat Intan Jaya.

Ia juga menyampaikan rencana perluasan jaringan internet berbasis fiber optik ke sejumlah fasilitas publik, termasuk kantor dan gereja milik komunitas Katolik, GKII dan Kingmi Papua.

Rencana tersebut disampaikan di hadapan Bupati Intan Jaya, Forkopimda Papua Tengah serta pimpinan Gereja Katolik Dekenat Moni Puncak Jaya, Keuskupan Timika.

Letakkan Batu Pertama Asrama Siswa

Usai makan siang di kediaman Bupati Intan Jaya, Gubernur dan rombongan melanjutkan perjalanan ke Yokatapa.

Di sana, Nawipa melakukan peletakan batu pertama pembangunan asrama siswa. Ia mengatakan pembangunan asrama tersebut merupakan bagian dari investasi sumber daya manusia Papua.

“Saya meletakkan batu pertama dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus supaya nanti sumber daya manusia, anak-anak Papua asli Intan Jaya bisa bertumbuh, berkembang dan menjadi pemimpin-pemimpin masa depan negeri ini,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur menyerahkan laptop kepada sejumlah siswa yang sebelumnya mengikuti Festival Pelajar tingkat Provinsi Papua Tengah di Nabire, termasuk guru pendamping.

“Kalau Jokowi kasih sepeda, maka saya kasih laptop kepada siswa supaya nanti kalian belajar dan nanti bisa menjadi orang besar,” ujar Nawipa yang disambut tepuk tangan masyarakat.

Serahkan 34 Motor untuk Pemuda

Selain laptop, Gubernur secara simbolis menyerahkan kunci 34 unit sepeda motor kepada pemuda Intan Jaya. Penyerahan secara simbolis diterima Wim Joani dan Mepa Sondegau.

Nawipa meminta penerima bantuan menggunakan kendaraan tersebut secara bertanggung jawab, termasuk untuk membantu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat melalui jasa transportasi.

“Pakai motor baik-baik untuk kepentingan pribadi, tetapi juga tolong membantu masyarakat di sini ketika mereka ke pasar atau ke kebun. Mohon supaya dengan motor ini bisa menjadi berkat bagi banyak orang di Intan Jaya,” katanya.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga memberikan dukungan dana sekitar Rp500 juta beserta sejumlah peralatan penunjang kepada Puskesmas Bilogai dan RS Intan Jaya.

Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Besok Kunjungi Hitadipa

Kunjungan kerja Gubernur Meki Nawipa di Intan Jaya akan dilanjutkan pada Rabu (16/9/2026).

Dalam agenda tersebut, Gubernur dijadwalkan mengunjungi Distrik Hitadipa untuk berdialog dan makan bersama masyarakat.

Kunjungan kerja ketiga Nawipa ke Intan Jaya mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Warga berharap kehadiran pemerintah provinsi tidak hanya menjadi kunjungan seremonial, tetapi menghasilkan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, listrik, konektivitas internet dan pembangunan infrastruktur di Intan Jaya.Kalau diinginkan, saya juga bisa membuat versi yang lebih tajam dengan gaya Jubi.id, terutama dengan menonjolkan persoalan 434 siswa yang kekurangan ruang belajar dan janji pembangunan fasilitas pendidikan. [*]

 

error: Content is protected !!