Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Tanah Papua

Dinas Koperasi Nabire Dorong Digitalisasi UMKM dan Perkuat Pelaku Usaha Lokal Melalui Pelatihan serta Dukungan Sarana Usaha

0
×

Dinas Koperasi Nabire Dorong Digitalisasi UMKM dan Perkuat Pelaku Usaha Lokal Melalui Pelatihan serta Dukungan Sarana Usaha

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Nabire, Jhon Duwiri di ruang kerjanya. Kamis (26/6/2026), –  Welem Yeblo/Kalawaibumiofi.
Example 468x60

Nabire, Kalawaibumiofi.com |   Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Nabire, Jhon Duwiri mengatakan, pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Nabire masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pemasaran dan pengembangan usaha.

Hal tersebut disampaikan Jhon Duwiri dalam wawancara yang berlangsung di Kantor Dinas Koperasi Kabupaten Nabire, Jalan Pepera, Kabupaten Nabire.

Example 300x600

Menurut Jhon, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu faktor utama yang membuat sebagian pelaku UMKM belum mampu mengakses teknologi secara maksimal dalam mengembangkan usaha mereka.

“Untuk penyeimbangan dan pengembangan usaha kecil dalam bidang teknologi, khususnya di kita sampai saat ini masih dalam kondisi terbatas. Keterbatasan itu terutama dari sisi SDM para pelaku usaha kecil, sehingga dalam mengakses teknologi untuk memasarkan produk mereka masih sangat terbatas,” ujar Jhon Duwiri.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut membutuhkan dukungan bersama, terutama dari pemerintah daerah dan pihak terkait, agar pelaku UMKM dapat meningkatkan kemampuan dalam menggunakan teknologi digital sehingga produk-produk lokal dapat lebih mudah dipasarkan serta membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Terkait akses permodalan, Jhon mengatakan Dinas Koperasi Kabupaten Nabire selama ini memberikan dukungan kepada pelaku usaha dalam bentuk barang dan sarana pendukung usaha, bukan dalam bentuk bantuan uang tunai.

“Kita ada dua bentuk dukungan permodalan, bisa dalam bentuk uang tunai maupun barang. Namun sampai saat ini yang kami lakukan adalah memberikan dukungan dalam bentuk barang usaha. Misalnya bagi pelaku usaha sembako, kita fasilitasi dengan barang jualan sembako,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, pelaku usaha yang berada di wilayah pedalaman masih menghadapi kendala, terutama terkait akses transportasi. Karena itu, program yang berjalan saat ini lebih banyak difokuskan kepada pelaku usaha yang berada di wilayah kota dan daerah pinggiran yang lebih mudah dijangkau.

Menurutnya, bantuan dalam bentuk barang dinilai lebih tepat karena dapat langsung digunakan untuk mendukung kegiatan usaha masyarakat.

“Kalau dari sisi keuangan tunai, sampai saat ini kami belum bisa melakukan itu karena berdasarkan kondisi di lapangan, kami melihat pelaku usaha lebih siap didukung melalui barang dan sarana usaha,” katanya.

Dalam pengembangan ekonomi kreatif, Dinas Koperasi Kabupaten Nabire juga terus melakukan langkah konkret untuk meningkatkan daya saing produk lokal agar mampu bersaing di pasar regional maupun nasional.

Jhon menjelaskan, langkah yang dilakukan meliputi peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan serta pemberian dukungan sarana dan prasarana sesuai bidang usaha masing-masing.

“Yang pertama kami lakukan adalah pelatihan untuk meningkatkan SDM para pelaku usaha lokal. Setelah itu mereka yang bergerak di masing-masing bidang usaha kami berikan dukungan dalam bentuk barang dan sarana prasarana untuk membantu peningkatan usaha mereka,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, salah satu dukungan yang diberikan yaitu kepada koperasi Warbank melalui bantuan alat produksi dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah untuk mendukung pengembangan usaha produksi kelapa.

Sementara itu, terkait jumlah UMKM yang terdata di Kabupaten Nabire, Jhon menyebutkan saat ini terdapat sekitar 2.000 pelaku UMKM yang telah terdaftar di Dinas Koperasi Kabupaten Nabire.

Namun, ia menjelaskan kondisi pelaku usaha tersebut beragam, karena ada yang menjalankan usaha secara tetap dan ada juga yang berpindah-pindah lokasi sesuai aktivitas usaha mereka.

“Yang sudah terdaftar sampai hari ini sekitar 2.000 UMKM. Kondisinya ada yang tetap menjalankan usaha, ada juga yang berpindah-pindah,” tutup Jhon Duwiri. [*]

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!