Nabire, Kalawaibumiofi.com | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Rakyat Indonesia (PRI) Provinsi Papua Tengah menggelar rangkaian kegiatan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 PRI pada Sabtu (8/8/2026). Kegiatan berlangsung di Hotel Grand Papua, Kalibobo, Nabire.
Peringatan tahun pertama ini mengusung tema: “Satu Tahun Mengabdi, Sejuta Harapan untuk Negeri”, dengan semangat “Mengabdi dan Peduli Menuju Indonesia Emas 2026.”
Peserta juga mengikuti kegiatan bersama Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PRI melalui sambungan Zoom, sesuai dengan rundown yang telah ditetapkan. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama.
Memasuki sesi sore, DPD PRI Papua Tengah menggelar kegiatan internal berupa rapat evaluasi dan konsolidasi, penyusunan program kerja, penguatan struktur organisasi, serta pembagian tugas kepengurusan sebelum acara ditutup. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat jaringan, membangun kesatuan visi, serta memperkenalkan program dan nilai perjuangan partai kepada masyarakat. Peserta diwajibkan mengenakan seragam PRI atau kemeja putih lengan panjang.
Dewan Pembina Daerah PRI Papua Tengah, Ayub Kowoi, dalam sambutannya mengatakan bahwa, kelahiran Partai Rakyat Indonesia ibarat kapal yang baru saja diluncurkan untuk mengarungi samudera luas.
“Tugas dan tanggung jawab kita sangat berat. Partai ini baru lahir, dan kita bersama-sama di Provinsi Papua Tengah berharap agar partai ini dapat hadir di hati setiap rakyat. Bagaimana caranya agar partai ini diterima dan dipercaya? Itu tugas kita bersama, dan kedepannya kita akan mendapat arahan serta petunjuk lebih lanjut dari pimpinan pusat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PRI, Yakobus Dumupa, menyampaikan pesan mendalam tentang alasan memilih bergabung dengan PRI, serta prinsip-prinsip politik yang dipegang teguh.
“Saya sudah lama berkomunikasi dengan orang-orang dari berbagai partai. Namun ada hal-hal yang saya temukan di partai lain yang tidak saya temukan di sini. Di PRI, saya melihat ketulusan yang berbeda. Bukan soal uang, bukan soal kepentingan sesaat. Di sini, orang-orang bertanya: ‘sudah makan?’ — itu perhatian yang tulus, bukan transaksi politik. Itu yang membuat saya memilih partai ini,” ungkap Dumupa.
Ia menegaskan bahwa dirinya terlibat di PRI bukan untuk mencari keuntungan pribadi, melainkan untuk mengabdi. “Saya tidak mencari keuntungan apa pun. Saya ingin mengabdi. Kalau soal jabatan, saya sudah pernah menjadi Bupati. Saya tahu menjadi pejabat itu pusing. Setiap hari orang datang ke rumah, satu per satu, dua per dua. Tidak ada yang datang membawa bayangan, semua membawa harapan dan masalah. Tapi itu tanggung jawab yang kita pikul dengan ikhlas,” tegasnya.
Dumupa menekankan bahwa politik adalah penanaman modal jangka panjang, bukan hasil instan.
“Politik itu menanam, bukan memetik hari ini. Kita menanam dari awal, merawat, berproses, dan pada waktunya kita akan memanen. Tidak bisa hari ini memutuskan, besok langsung jadi pejabat. Tidak ada jalan pintas. Semua butuh proses, butuh waktu, butuh kesabaran dan kebersamaan.” ungkapnya.
Terkait kaderisasi dan struktur, ia menyampaikan bahwa setiap provinsi diharapkan mengirim satu orang untuk menjadi anggota di tingkat pusat, dan perekrutan calon pemimpin, mulai dari kepala daerah hingga anggota legislatif untuk harus berbasis pada kemampuan dan dukungan rakyat, bukan tawar-menawar.
“Jangan pilih calon hanya karena uang. Pilih orang yang punya hati untuk rakyat. Pilih orang yang punya kelebihan, yang bisa menyatukan orang lain. Setiap orang punya kelebihan masing-masing. Tugas kita adalah menemukan kelebihan itu dan menyatukannya untuk membangun daerah ini.” terangnya.
Lanjutnya, rasa memiliki terhadap partai jauh lebih kuat daripada sekadar ikatan formal. Rasa memiliki itu yang membuat bertahan, saling membantu, dan saling menguatkan. Jika ada rasa memiliki maka keberhasilan partai adalah keberhasilan semua pengurus, jika ada kesulitan maki hadapi bersama.
“Saya ajak seluruh kader PRI Papua Tengah untuk saling melengkapi, saling menguatkan, dan berjalan bersama dari awal, karena keberhasilan besar tidak pernah dicapai sendirian, melainkan melalui kerja sama, kesabaran, dan komitmen yang tulus,” harap Dumupa. [*]
