Deiyai, Kalawaibumiofi.com | Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Ummat Provinsi Papua Tengah, Oya Pigome, mempertanyakan sekaligus mendesak keadilan bagi Orang Papua. Ia lalu meminta pihak terkait tidak berdiam diri atas konflik bersenjata yang terus menelan korban jiwa warga sipil, khususnya di Kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Puncak sejak beberapa waktu terakhir.
Oya menilai para kepala daerah perlu menyampaikan langsung kondisi kemanusiaan di Papua Tengah kepada Presiden Prabowo Subianto, bukan hanya membahas persoalan anggaran dan pembangunan fisik.
“Nyawa orang Papua terancam punah. Intan Jaya kembali berduka setelah sebelumnya Puncak juga mengalami peristiwa yang sama. Kedua daerah ini seolah menjadi arena konflik yang terus menimbulkan korban dari kalangan masyarakat sipil,” kata Oya, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, konflik berkepanjangan meninggalkan luka mendalam bagi banyak keluarga Papua dan menggambarkan situasi di mana masyarakat hidup dalam ketakutan serta kehilangan orang-orang terdekat.
“Anak kehilangan ibu, suami kehilangan istri, orang tua kehilangan anak. Setiap korban meninggalkan duka yang panjang bagi keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Oya mengutip sejumlah laporan yang menyebut adanya operasi keamanan di berbagai kampung, memicu warga mengungsi ke wilayah yang dinilai lebih aman.
Dalam pernyataannya, Oya merinci beberapa warga sipil yang dilaporkan meninggal dunia dalam kurun waktu kurang dari satu pekan terakhir, antara lain pelayan gereja Elianus Agimbau, pemuda Okto Tigau (19 tahun), serta Melkiana Duwitau (31 tahun), seorang ibu yang sedang mengandung.
Ia meminta pemulihan menyeluruh bagi keluarga korban, mencakup dukungan psikososial, jaminan keamanan, dan akses efektif terhadap keadilan. Penanganan kasus serupa yang lebih dulu terjadi namun belum terang kejelasannya kepada publik juga wajib dilaksanakan.
Peristiwa tersebut, katanya, perlu perhatian serius dari pemerintah pusat maupun daerah karena menyangkut keselamatan nyawa warga sipil.
Mengapa Pemimpin Daerah Diam?
Partai Ummat Papua Tengah menilai para pemimpin daerah di Papua memiliki posisi strategis menyampaikan aspirasi masyarakat ke pemerintah pusat, namun suara mereka terkait situasi kemanusiaan masih sangat minim terdengar.
Ia melihat berbagai pertemuan antara pemerintah daerah dan pusat lebih banyak menyoroti pembangunan fisik dibanding perlindungan warga terdampak konflik.
“Memang pembangunan itu penting, tetapi keselamatan manusia harus jadi prioritas utama. Pembangunan tak berarti jika masyarakat terus hidup dalam ketakutan dan kehilangan anggota keluarga,” ujarnya.
Oya berpendapat sikap pasif pemimpin daerah dapat menimbulkan kesan situasi di Papua berjalan normal, padahal masih banyak persoalan kemanusiaan yang butuh penanganan serius.
Minta Presiden Bentuk Tim Investigasi
Selain mendesak gubernur menyampaikan kondisi Papua Tengah ke Presiden, Oya meminta pemerintah pusat segera membentuk Tim Investigasi yang melibatkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).
Langkah itu penting untuk mengungkap peristiwa yang menimbulkan korban di Intan Jaya dan Puncak, serta memastikan perlindungan warga sipil.
“Sudah banyak nyawa hilang. Perlu upaya serius mencari fakta, mengungkap kejadian, dan mencegah hal serupa terulang,” katanya.
Partai Ummat Papua Tengah menyatakan akan terus mendorong penegakan HAM, perlindungan warga sipil, dan penyelesaian konflik yang mengedepankan pendekatan kemanusiaan di Tanah Papua.
“Pemimpin yang diterpa badai kritik akan keluar sebagai juara jika ia menerimanya sebagai koreksi positif,”. [*]


















