Nabire, Kalawaibumiofi.com | Tradisi adat Makan Patita dalam puncak peringatan Hari Ulang Tahun Perjuangan Kapitan Pattimura ke-209 di Pantai Jesbri Boratei bukan sekadar ajang silaturahmi. Menurut Bupati Nabire Mesak Magai, momen ini menjadi bukti nyata keberhasilan orang Maluku dalam menjaga kerukunan antar-suku dan persaudaraan yang telah menjadi dasar kokoh pembangunan daerah hingga saat ini.
Di hadapan ratusan warga Ikatan Keluarga Maluku (IKEMAL) Nabire, unsur Forkopimda, serta para tokoh masyarakat, Bupati Nabire, Mesak Magai, menegaskan bahwa nilai luhur persaudaraan yang dirangkai dalam filosofi “Alerasa Betarasa” adalah perekat utama yang menyatukan berbagai elemen bangsa untuk membangun Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua Tengah.
Bupati Mesak Magai mengaku sangat terkesan dan mengagungkan makna di balik filosofi tersebut. Baginya, semangat yang tertuang dalam lagu dan nilai budaya Alerasa Betarasa serta Maluku Tanah Pusaka adalah cerminan kehidupan bermasyarakat yang ideal di tengah keberagaman Nabire.
“Ini sangat luar biasa orang Maluku dalam menjaga kebersamaan. Nilai ini mengajarkan kita bahwa di meja makan, di dalam persaudaraan, tidak ada sekat, tidak ada kaya, tidak ada miskin. Semua sama, semua bersaudara. Di situlah semua persoalan selesai. Itulah inti dari kebersamaan yang kita rayakan hari ini,” ungkap Mesak Magai, mengutip makna mendalam yang disampaikan Ketua IKEMAL Nabire, Edward Berhitu pada acara makan Patita di Pantai Jesbri, Boratei, Minggu (17/6/2026).
Bupati Mesak Magai, mengapresiasi peran keluarga besar Maluku yang telah menetap dan berbakti di Nabire. Ia menegaskan, kemajuan yang saat ini dinikmati masyarakat tidak lepas dari kontribusi nyata warga asal Seribu Pulau tersebut yang telah meletakkan fondasi pembangunan sejak puluhan tahun silam.
Menurutnya, kerukunan dan partisipasi aktif warga Maluku telah mengangkat nama Nabire menjadi salah satu daerah unggulan dan pusat pertumbuhan di Provinsi Papua Tengah.
“Terima kasih karena kerukunan keluarga besar Maluku turut membangun Kabupaten Nabire ini. Ide dan gagasan yang dibangun oleh para tokoh sangat luar biasa. Kita tidak hanya memandang pembangunan, tapi kita menikmati dan mengisi kota ini di segala sektor baik wisata, perikanan, hingga perdagangan,” ujarnya.
Ia juga menyinggung perjalanan kepemimpinannya sejak pertama kali mencalonkan diri pada tahun 2020. Saat itu, banyak pihak yang meragukan kemampuannya memimpin daerah yang majemuk ini. Namun, Mesak memegang prinsip bahwa seorang pemimpin tidak harus mengerti segala hal, melainkan harus didukung oleh orang-orang ahli di bidangnya masing-masing. Di sinilah peran warga Maluku hadir menjadi mitra setia pemerintah daerah.
“Saya seorang pemimpin, saya tahu satu hal, orang banyak akan bantu saya. Ahli pendidikan bantu saya bangun pendidikan, ahli kesehatan bantu saya bangun pelayanan kesehatan. Hasilnya, Nabire berkembang pesat dan menjadi kota berkat bagi siapa saja yang tinggal di sini. Ini semua berkat kerja sama, termasuk keluarga besar Maluku,” tegasnya.
Lanjutnya, Bupati Mesak kembali mengingatkan pentingnya menjaga keutuhan wilayah. Mengingat posisi Nabire sebagai kota sentral tempat berbagai suku bangsa berkumpul, keamanan dan persatuan menjadi syarat mutlak kemajuan.
Sebagai penutup acara puncak yang meriah ini, Bupati Mesak Magai mengundang Kapolres Nabire, Ketua IKEMAL Nabire, pengurus IKemal untuk naik ke panggung. Bersama-sama, mereka menyanyikan lagu Maluku Tanah Pusaka di hadapan ratusan warga. Ini menjadi simbol persatuan abadi antara masyarakat Maluku, masyarakat Papua, dan seluruh elemen bangsa yang bersatu membangun Nabire dan Papua Tengah.
“Selamat menikmati kebersamaan, mari kita terus jaga persatuan dan bangun Nabire serta Papua Tengah yang aman, damai, dan bermartabat,” pungkasnya. [*]


















