Nabire, Kalawaibumiofi.com | Kepala Suku Besar Mee Provinsi Papua Tengah, Melkias Muyapa, memberitakan apresiasi tinggi dan rasa terima kasih kepada seluruh unsur aparat keamanan atas keberhasilan pengamanan aksi damai yang digelar Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai (IPMADO). Aksi yang menyuarakan isu kemanusiaan dan dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Kabupaten Dogiyai tersebut berlangsung aman, tertib, dan kondusif di halaman Kantor DPR Provinsi Papua Tengah, Senin (11/5/2026).
Pernyataan itu disampaikan Melkias usai memantau langsung jalannya penyampaian aspirasi yang berlangsung damai. Ia mengaku bangga atas kedewasaan masyarakat dan para pemuda yang hadir menyampaikan pendapatnya dengan cara yang beradab.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang datang menyampaikan aspirasi kepada pemerintah Provinsi Papua Tengah, khususnya melalui lembaga DPRP. Aspirasi yang disampaikan ini harus segera diteruskan ke tingkat yang lebih tinggi, agar persoalan kemanusiaan yang diangkat dapat dibuka dan ditindaklanjuti secara adil,” ujar Melkias.
Sebagai pemangku adat, Melkias menegaskan harapannya agar pemerintah daerah maupun pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap apa yang menjadi keluhan masyarakat Dogiyai. Persoalan yang menyangkut nyawa dan harkat kemanusiaan, menurutnya, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan.
Secara khusus, Melkias juga memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran kepolisian dan TNI, dalam hal ini Polres Nabire dan Kodim 1705/Nabire. Kehadiran langsung pimpinan serta cara penanganan yang dinilai sesuai prosedur dan berhati-hati menjadi kunci kenyamanan bersama.
“Kami sampaikan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Nabire, Kapolres Nabire, dan Dandim yang turun langsung hadir mengawal jalannya aspirasi masyarakat. Selama ini, penanganan aksi unjuk rasa di Nabire selalu berjalan baik, sesuai aturan, dan prosedur yang berlaku,” katanya.
Menurut Melkias, pendekatan yang humanis serta komunikasi yang baik yang dibangun aparat keamanan dengan para peserta aksi menjadi faktor utama sehingga suasana tetap kondusif dan jauh dari gesekan. Hal ini menjadi contoh bahwa keamanan dan demokrasi dapat berjalan beriringan.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya pemuda dan pelajar, untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya, ajaran agama, dan prinsip kemanusiaan dalam setiap penyampaian pendapat.
“Kami berharap masyarakat tetap mempertahankan nilai budaya, nilai agama, dan nilai kemanusiaan dalam berpendapat. Suara rakyat adalah amanah yang harus dikawal bersama dengan baik dan penuh tanggung jawab,” tambahnya.
Tidak hanya kepada aparat dan masyarakat, Melkias juga menyampaikan apresiasinya kepada insan pers yang hadir meliput kegiatan tersebut. Baginya, kehadiran media massa sangat penting sebagai jembatan yang menyampaikan informasi dan suara masyarakat kepada pemerintah, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Kami juga berterima kasih kepada media dan pers yang terus hadir meliput serta menyampaikan suara masyarakat kepada pemerintah. Peran ini sangat vital agar apa yang menjadi harapan warga dapat terdengar dan ditanggapi,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Melkias menegaskan pentingnya menjaga sinergitas yang telah terbangun baik antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan seluruh lapisan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan terus terjaga demi memelihara stabilitas keamanan, ketertiban, serta kelancaran pembangunan di Provinsi Papua Tengah. [*]


















