Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Lintas Papua Tengah

Gercep Polres Nabire Mengamankan Orang Mabuk di Depan Toko Serba 35 Oyehe

40
×

Gercep Polres Nabire Mengamankan Orang Mabuk di Depan Toko Serba 35 Oyehe

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Nabire, Kalawaibumiofi. com |  Polres Nabire bergerak cepat mengamankan seorang pria dalam keadaan mabuk yang meresahkan pengunjung di depan Toko Serba 35 ribu, Jalan RE Martadinata, Kelurahan Nabarua, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. Selasa (10/02/2026) malam

Kepala Toko Serba 35 ribu, Umar, menjelaskan kronologis kejadian tersebut bermula saat seorang pria mabuk membuat keributan di depan toko memalak pengunjung baik yang pakai kendaraan ataupun tidak tetap dimintai uang. Merasa terganggu dan khawatir akan keamanan pengunjung, pihak toko kemudian menghubungi Polres Nabire yang sedang piket pada pukul 18.30 WIT.

Example 300x600

“Kurang dari 10 menit, tepatnya sekitar pukul 18.40 WIT, polisi sudah tiba di lokasi dan langsung mengamankan orang mabuk tersebut,” ujar Umar.

Ia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada jajaran Polres Nabire atas respons cepat dalam menindaklanjuti laporan masyarakat.

“Saya sangat berterima kasih kepada Polres Nabire. Kehadiran polisi benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Saya terharu karena laporan saya cepat ditanggapi dan polisi datang dengan sigap untuk mengamankan situasi,” ungkapnya.

Umar juga berharap agar seluruh personel Polri yang bertugas di Nabire senantiasa diberikan kesehatan dan perlindungan oleh Tuhan dalam menjalankan tugasnya.

Lebih lanjut, Umar mengungkapkan bahwa pria tersebut bukan kali pertama membuat keributan di lokasi yang sama.

“Sudah lama orang itu datang ke depan toko, selama saya di Nabire 2024/2025. Biasanya kalau siang diusir oleh satpam BNI atau satpam Astra, tapi kadang melawan. Bahkan pernah dipukul warga asli sini, tapi tetap tidak kapok,” katanya saat diwawancarai Kalawaibumiofi.com via WhatsApp.

Ia menambahkan, kehadiran pria tersebut tidak menentu. Terkadang satu bulan baru muncul, namun pernah juga dalam satu minggu datang hingga tiga kali dan membuat onar di depan toko.

Umar berharap adanya ketegasan dari Pemerintah Kabupaten Nabire dalam menangani permasalahan sosial yang kerap terjadi, khususnya terkait orang mabuk yang mengganggu ketertiban umum.

“Kami sebagai pelaku usaha taat membayar pajak. Tapi kalau ada orang mabuk yang mengganggu pembeli, tentu berdampak pada usaha kami. Apalagi menjelang bulan Ramadhan, keamanan perlu lebih diperketat agar pedagang dan pengunjung merasa aman dan nyaman saat berbelanja,” pungkasnya. [*]

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!