Nabire, Kalawaibumiofi.com | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa menegaskan keberhasilan pembangunan bukan ditentukan oleh perencanaan, namun kerja nyata.
Penegasan itu disampaikan Gubernur Nawipa dalam sambutannya saat membuka musyawarah Perencanaan Pembangunan Otonomi Khusus (Musrenbang Otsus) dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Tahun 2027 Provinsi Papua Tengah, di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Selasa (28/04/2026).
Musrenbang ini menjadi momentum strategis dalam menyelaraskan program pembangunan antara pemerintah provinsi dan kabupaten, dengan tujuan mewujudkan Papua Tengah yang mandiri, maju, dan sejahtera berbasis potensi wilayah.
Katanya, pembangunan daerah harus bertumpu pada inovasi, kreativitas, serta kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Yang dibutuhkan kini bukan sekadar orang pintar, namun mereka yang mampu berinovasi dan menggerakkan.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh perencanaan, tetapi oleh kerja nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat,” kata Gubernur Meki Nawipa.
Musrenbang itupu menekankan penguatan ekonomi lokal dan peningkatan kualitas pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan.
Dalam bidang penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, pemerintah Provinsi Papua Tengah mendorong seluruh kabupaten untuk fokus mengembangkan potensi lokal, khususnya di sektor pertanian dan peternakan.
Komoditas seperti ubi, keladi, dan hasil lokal lainnya diharapkan menjadi tulang punggung ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.
“Program strategis seperti penanaman sekitar 1,6 juta pohon kopi juga terus didorong sebagai langkah konkret meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis ekonomi kerakyatan,” ujarnya.
Pendidikan dan peningkatan sumber daya manusia atau SDM juga menjadi prioritas Pemprov Papua Tengah. Pemerintah Provinsi Papua Tengah mencatat peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menunjukkan kemajuan di sektor pendidikan.
“Program pendidikan gratis dan pengembangan sekolah terus diperluas. Selain itu, ratusan anak Papua Tengah akan dikirim untuk menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi dan sekolah kedinasan, baik di dalam maupun luar negeri, guna mencetak sumber daya manusia unggul di masa depan,” ucapnya.
Untuk pengentasan kemiskinan kata Gubernur Nawipa, data menjadi kunci utama. Gubernur menyatakan pentingnya data akurat dalam mengatasi kemiskinan yang masih berada di kisaran 29 persen.
“Validitas data akan menentukan ketepatan kebijakan yang diambil pemerintah. Kalau data kita akurat, maka intervensi akan tepat sasaran dan hasilnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” katanya.
Dalam Musrenbang ini, pemerintah juga menekankan perlunya optimalisasi dana Otonomi Khusus, agar lebih sesuai dengan kebutuhan riil daerah. Seluruh kepala daerah diminta aktif menyusun dan menyampaikan program prioritas yang benar-benar berdampak.
Gubernur Meki Nawipa pun mengajak semua pemangambil kebijakan dan elemen masyarakat di Papua Tengah untuk bersatu membangun wilayah itu.
“Kesempatan tidak datang dua kali. Apa yang kita kerjakan hari ini akan menjadi fondasi masa depan,” ujar Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa. (Noak Mote)


















