Nabire, Kalawaibumiofi.com | Gubernur Papua Tengah, Meki F. Nawipa, S.H, meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah meningkatkan kedisiplinan, memperkuat koordinasi, dan mempercepat pelaksanaan program serta penyerapan anggaran menjelang akhir tahun anggaran 2026.
Ia menegaskan, setiap program pemerintah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Meki F. Nawipa saat memimpin apel bersama di lapangan upacara Kantor Gubernur Papua Tengah, kawasan Bandara Lama, Jalan Jenderal Sudirman, Nabire, Senin, 19 Oktober 2026.
Dalam arahannya, gubernur mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan daerah bergantung pada kedisiplinan, profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab seluruh ASN dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Gubernur Papua Tengah Meki F. Nawipa mengatakan, apel bersama bukan sekadar kegiatan rutin pemerintahan, melainkan momentum untuk memperkuat kedisiplinan dan membangun komitmen bersama dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab sebagai aparatur negara.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN yang telah menunjukkan dedikasi dan komitmen dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan serta pelaksanaan pembangunan di Provinsi Papua Tengah.
Menurut Meki, sebagai daerah otonom baru, Papua Tengah masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, hingga pemerataan pembangunan di delapan kabupaten.
Karena itu, ia menilai pemerintah membutuhkan aparatur yang disiplin, profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
“Menjadi ASN bukan hanya tentang jabatan, pangkat, atau menerima hak setiap bulan, tetapi tentang tanggung jawab dan pengabdian kepada masyarakat,” demikian pesan gubernur dalam arahannya.
Ia mengingatkan bahwa masyarakat memiliki harapan besar terhadap pemerintah. Setiap ASN, kata dia, harus memahami tugas dan fungsinya serta bekerja sungguh-sungguh untuk memberikan pelayanan terbaik.
Meki juga menekankan bahwa kedisiplinan harus dimulai dari diri sendiri.
Hal itu dapat diwujudkan melalui kehadiran tepat waktu, kepatuhan terhadap aturan, penyelesaian pekerjaan sesuai target, serta kemampuan bekerja sama dengan rekan kerja.
Memasuki triwulan keempat tahun anggaran 2026, gubernur meminta seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Papua Tengah meningkatkan kinerja dan memastikan program-program yang telah direncanakan dapat diselesaikan sesuai target.
Ia meminta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) mengevaluasi capaian program dan kegiatan, termasuk realisasi penyerapan anggaran di masing-masing perangkat daerah.
Berbagai kendala yang menghambat pelaksanaan kegiatan, menurut dia, perlu segera diidentifikasi dan diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun, percepatan penyerapan anggaran harus tetap memperhatikan ketepatan sasaran, kualitas pelaksanaan, dan manfaat program bagi masyarakat.
Selain itu, Meki meminta para pejabat eselon dan staf memperkuat kerja sama, koordinasi, serta kolaborasi dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada pimpinan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh pegawai.
Komunikasi yang baik dan koordinasi antarpersonel maupun antar-OPD diperlukan agar pelaksanaan program berjalan terpadu.
Gubernur mengingatkan agar setiap perangkat daerah tidak bekerja sendiri-sendiri atau hanya berfokus pada kepentingan unit masing-masing.
Menurutnya, ego sektoral harus dihilangkan agar kerja sama di lingkungan pemerintah daerah semakin solid.
Dalam arahannya, Meki juga menyoroti pentingnya pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ia mengatakan, kebijakan pemerintah harus diterjemahkan menjadi program dan pelayanan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Karena itu, ia mengajak seluruh ASN membangun budaya kerja yang produktif, responsif, dan berorientasi pada hasil.
ASN, kata dia, tidak cukup hanya menunggu arahan pimpinan. Mereka juga perlu menunjukkan inisiatif, tanggung jawab, dan kemampuan mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah, menurut Meki, perlu memastikan kehadiran pemerintah membawa perubahan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah tersebut.
Menjelang berakhirnya tahun anggaran 2026, gubernur berharap seluruh jajaran pemerintah provinsi memanfaatkan waktu yang tersisa untuk menyelesaikan program prioritas, meningkatkan capaian kinerja, dan memastikan penggunaan anggaran memberikan hasil bagi masyarakat.
Ia mengajak seluruh ASN menjaga kedisiplinan, memperkuat koordinasi, dan membangun kolaborasi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, profesional, serta berorientasi pada hasil.
Meki menutup arahannya dengan mengajak seluruh aparatur menjalankan tugas dan pengabdian dengan penuh tanggung jawab demi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua Tengah. (Yohanes)













