Tanah Papua

Hadapi Ancaman Krisis Pangan, DPR Papua Tengah Desak Pembangunan Gudang Pangan Lokal

5
Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, – Dok Kalawai.

Nabire, Kalawaibumiofi.com |   Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, menyampaikan perhatian serius terhadap fenomena cuaca ekstrem berupa hujan es yang kerap melanda Kabupaten Puncak berulang kali pada periode Agustus hingga Oktober setiap tahunnya. Fenomena ini turut dibahas dalam rapat terkait penanganan dampak bencana, selain persoalan kebakaran hutan dan lahan yang sedang meluas.

Fenomena hujan es tersebut menjadi perhatian utama karena berpotensi merusak tanaman pangan masyarakat secara luas. Kerusakan hasil pertanian dikhawatirkan menurunkan ketersediaan bahan makanan dan memicu risiko krisis pangan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah-wilayah terdampak.

“Hujan es di Kabupaten Puncak dan ancaman krisis pangan sudah sering terjadi. Fenomena ini berulang pada periode Agustus hingga Oktober dan dapat merusak tanaman pangan masyarakat. Kerusakan tanaman kemudian berpotensi mengurangi ketersediaan bahan makanan dan meningkatkan risiko krisis pangan bagi masyarakat di wilayah terdampak,” ujar John NR Gobai untuk Kalawaibumiofi.com, Sabtu (29/6/2026).

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, DPR Papua Tengah mendorong pemerintah daerah segera membangun gudang cadangan pangan di wilayah yang dinilai rentan terhadap bencana cuaca ekstrim. Gudang tersebut dirancang menjadi bagian dari sistem ketahanan pangan daerah, sehingga masyarakat tetap memiliki persediaan makanan yang cukup ketika hasil pertanian mengalami kerusakan akibat cuaca buruk.

“Kami mendorong pemerintah daerah membangun gudang cadangan pangan di wilayah yang rentan terhadap bencana cuaca ekstrem. Gudang tersebut diharapkan menjadi bagian dari sistem ketahanan pangan sehingga masyarakat tetap memiliki persediaan makanan ketika hasil pertanian mengalami kerusakan,” tegasnya.

Selain membangun sarana penyimpanan, DPR juga mendorong penguatan ketahanan pangan berbasis kekayaan sumber daya lokal. Pemerintah daerah diminta menyelenggarakan pelatihan bagi masyarakat mengenai cara mengolah dan mengawetkan bahan pangan andalan setempat, khususnya ubi dan keladi, agar dapat disimpan dalam waktu yang lebih lama dan dijadikan cadangan pangan saat panen gagal terjadi.

“Kami juga mendorong penguatan ketahanan pangan berbasis komoditas lokal. Pemerintah daerah diminta memberikan pelatihan kepada masyarakat mengenai pengolahan dan pengawetan pangan lokal seperti ubi dan keladi, sehingga bahan makanan dapat disimpan lebih lama dan digunakan sebagai cadangan ketika terjadi kerusakan tanaman,” jelas Gobai.

John NR Gobai menegaskan pendekatan ini sangat penting dilakukan mengingat masyarakat di wilayah pegunungan telah memiliki sumber pangan lokal yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan secara maksimal sebagai strategi menghadapi bencana serta perubahan kondisi cuaca yang kian tidak menentu.

“Pendekatan tersebut penting karena masyarakat di wilayah pegunungan memiliki sumber pangan lokal yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari strategi menghadapi bencana dan perubahan kondisi cuaca,” pungkasnya. [*]

error: Content is protected !!
Exit mobile version