Nabire, Kalawaibumiofi.com I Banjir yang melanda Kampung Wanggar Pantai, Distrik Yaro Kibisai, beberapa hari lalu memicu longsor dahsyat. Akibatnya, badan jalan utama penghubung kampung ke Distrik Yaro putus total.
Hingga hari ini, Kamis (22/01), belum ada penanganan dari pemerintah daerah, memutus akses transportasi warga.
Kepala Kampung Wanggar Pantai, Ayub Hao, menyatakan kondisi Sungai Wanggar mulai membaik, tapi debit air masih mengancam pemukiman. Akses utama kampung kini tak bisa dilalui sama sekali.
“Akses utama dari Kampung Wanggar Pantai ke Distrik Yaro benar-benar putus total. Jalan aspal dan badan jalan sudah terseret sungai. Kami buat jalan setapak alternatif sebagai pengganti,” ujar Ayub saat dihubungi via telepon selulernya, (Kamis (22/01/2026).
Dijelaskan, Pemerintah kampung, warga, koperasi, dan mitra perusahaan telah gotong royong swadaya. Mereka turunkan alat berat untuk normalisasi sungai guna pencegahan.
“Namun, kerusakan jalan terlalu parah, sehingga rencana buka jalur baru pun digaungkan karena jalur lama tak layak lagi,” jelasnya.
Dikisahkan, pasca banjir pertama, akses jalan sempat putus total dan belum dinormalisasi menyeluruh oleh pemerintah.
Warga dan koperasi adat mengalokasikan dana swadaya sebesar Rp30 juta rupiah untuk normalisasi sungai, tapi dana itu tak cukup.
Akibatnya, aliran sungai tersumbat lagi, picu kerusakan lanjutan saat banjir kedua.
“Normalisasi sungai harus didahulukan sebelum bangun jalan baru. Kalau tidak, setiap hujan deras jalan pasti putus lagi,” kisahnya.
Hao merasa khawatir jika banjir akan masuk ke pemukiman dan rusak jaringan listrik jika dibiarkan.
Ia berharap, pemerintah daerah ambil langkah darurat, melakukan normalisasi sungai dan perbaiki jalan utama. Agar aktivitas masyarakat kembali normal secepatnya.
“Kami harap, pemerintah daerah segera respons laporan sebelumnya yang belum maksimal,” harap Hao.[*]

















