Nabire, Kalawaibumiofi.com | Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Papua Tengah, Alexander Gobai, mengajak masyarakat tetap tenang menghadapi dinamika ekonomi global akibat konflik Timur Tengah.
Pernyataan ini disampaikan menyusul kenaikan harga minyak dunia pasca-insiden pengeboman di kawasan strategis Iran pada 9 Maret 2026, yang berpotensi memengaruhi biaya logistik dan distribusi barang hingga ke Papua Tengah. Selasa (10/03/2026).
“Kenaikan harga minyak dunia memberi tekanan pada APBN dan berdampak ke daerah, khususnya biaya distribusi barang serta jasa,” ujarnya.
Gobai menjelaskan, kondisi ini bisa mengganggu pembiayaan pembangunan dan harga kebutuhan pokok. Oleh karena itu, Kadin Papua Tengah akan mengoordinasikan lintas sektor dengan pelaku usaha, asosiasi, UMKM, dan instansi terkait untuk menyamakan persepsi serta menjaga stabilitas harga.
“Kami undang semua pemangku kepentingan duduk bersama agar harga barang dan jasa stabil, serta aktivitas ekonomi tidak terganggu,” tambahnya.
Kadin juga mendorong penguatan ekonomi lokal lewat pertanian, perikanan, dan perkebunan untuk ketahanan pangan. UMKM dinilai krusial sebagai penggerak ekonomi di tengah gejolak energi global. Menanggapi keterbatasan stok BBM yang hanya bertahan 21 hari, Gobai imbau masyarakat hindari panic buying.
“Kami ajak tetap tenang karena panic buying justru picu kelangkaan,” tegasnya.
Ia optimistis, dengan sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, stabilitas ekonomi Papua Tengah tetap terjaga. [*]

















