Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Lintas Papua Tengah

LDII Kota Jayapura Jadikan Empat Pilar Pondasi Kerukunan Kebangsaan di Kota Beriman

13
×

LDII Kota Jayapura Jadikan Empat Pilar Pondasi Kerukunan Kebangsaan di Kota Beriman

Sebarkan artikel ini
Suasana DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Jayapura, dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI pada Rabu (11/02/2026), – Kalawai/Ist.
Example 468x60

Jayapura, Kalawaibumiofi. com | DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Jayapura, bertempat di salah satu hotel di bilangan Kotaraja, menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI pada Rabu (11/02/2026).

Example 300x600

Forum tertinggi organisasi tingkat kota ini tidak hanya menjadi ajang regenerasi kepemimpinan, tetapi juga mempertegas komitmen LDII dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui penguatan wawasan kebangsaan.

Wakil Walikota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan bahwa tema yang diusung dalam Musda kali ini telah sejalan dengan visi misi Pemerintah Kota, yakni mewujudkan “Kota Jayapura sebagai Kota Jasa yang Berbudaya, Beriman, Mandiri, dan Sejahtera menuju Jayapura Emas.”

Ia menyoroti pentingnya peran organisasi keagamaan yang memiliki wawasan kebangsaan Pancasilais. LDII diharapkan terus konsisten menjalankan 8 klaster pengabdiannya untuk memajukan bangsa, khususnya di Tanah Papua.

“Kami berharap LDII menjadi salah satu pilar organisasi Muslim yang kokoh dan mampu menjaga toleransi umat beragama di Kota Jayapura. Sebagai lembaga dakwah dan pendidikan, LDII harus mampu membina hubungan baik dengan semua kalangan tanpa terkecuali,” ujarnya.

Kota Jayapura dikenal sebagai “Miniatur Indonesia”, dimana keberagaman suku dan agama (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan lainnya) hidup berdampingan. Oleh karena itu, diperlukan jiwa yang menyatu dan empati yang tinggi untuk menjaga stabilitas daerah.

Pemerintah Kota juga mengingatkan pentingnya menjaga prestasi Harmony Award, sebuah penghargaan simbolis atas kedamaian toleransi yang telah diraih Kota Jayapura.

“Buktinya nyata, setiap acara besar keagamaan, Walikota selalu mengundang lima tokoh agama untuk berdoa bersama. Semua berjalan baik tanpa hambatan. Inilah karakter warga kota yang kita banggakan,” tambahnya.

Ketua DPD LDII Kota Jayapura, Dadang Hidayat pada kesempatan yang sama menjelaskan, bahwa isu kebangsaan merupakan prioritas utama dalam pelaksanaan tugas pokok organisasi. Pihaknya secara rutin menggelar pembekalan Empat Pilar Kebangsaan—Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI—dengan menggandeng instansi seperti Kejaksaan dan berbagai sektor terkait sebagai narasumber.

“Wawasan Nusantara sangat penting di Kota Jayapura yang majemuk secara agama, adat, dan budaya. Kami berkomitmen organisasi ini harus berlandaskan Pancasila. Pemahaman ini harus ‘di luar kepala’ dan dipraktikkan agar tidak terjadi perpecahan,” ujar Ketua LDII Kota Jayapura.

Senada dengan hal tersebut, Ketua DPW LDII Provinsi Papua, Hj. Sudarmo menekankan bahwa moderasi beragama bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah internalisasi nilai-nilai negara di lingkungan pendidikan.

“Di pesantren-pesantren kami mulai dari pintu masuk hingga ruang kelas, kami memasang 45 Butir Pancasila. Ini bertujuan agar santri memahami bahwa negara ini dibentuk atas perbedaan, dan perbedaan itulah yang harus mewujudkan persatuan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa LDII berkomitmen mempertahankan predikat Harmony Award yang telah diraih Kota Jayapura dengan menjaga toleransi yang nyata, bukan sekadar fiktif.

Pelaksanaan Musda Kota Jayapura ini merupakan bagian dari rangkaian amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang digelar secara demokratis dan penuh kegembiraan. Peserta Musda terdiri dari utusan Pengurus Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) di tingkat distrik dan kelurahan.

Agenda ini menyusul rangkaian Musda yang telah dilaksanakan di berbagai wilayah Papua, antara lain: Kabupaten Keerom (27 Desember 2025), Kabupaten Jayapura (10 Januari 2026), Kabupaten Sarmi (3 Februari 2026), Kota Jayapura (11 Februari 2026)

Pesan Menjelang Bulan Suci Ramadhan

Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Pemerintah Kota menitipkan pesan khusus kepada seluruh pengurus LDII dan masyarakat agar Menjaga Silaturahmi dengan mempererat hubungan antar umat beragama, Menciptakan Kondisi Damai dengan menghindari segala bentuk kegaduhan yang dapat mencederai kerukunan, Tumbuhkan Empati dengan Memiliki karakter yang peduli dan mau berbagi dengan sesama, serta membuang sikap egois.

“Mari kita ciptakan kondisi yang betul-betul kondusif. Kita butuh pemimpin dan masyarakat yang berkarakter, punya empati, dan tidak keras hati agar kedamaian di tanah Papua ini tetap terjaga,” pungkas Wakil Walikota.

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!