Nabire, Kalawaibumiofi.com | Lembaga Pusat Pengkaderan Papua atau LP3 menetapkan penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai fokus utama dalam program kerja 2026.
Program tersebut diarahkan pada peningkatan akses pendidikan kedinasan bagi siswa SMA, serta perluasan informasi dan peluang kerja bagi masyarakat di lima provinsi se-Tanah Papua.
Kepala Pusat LP3, Alexander Pekei, S.STP., M.Si., menjelaskan bahwa terdapat dua pilar utama dalam program prioritas tahun anggaran 2026, yakni transformasi pendidikan bagi siswa kelas XII SMA dan optimalisasi sistem informasi ketenagakerjaan berbasis digital.
“Pendidikan adalah kunci perubahan. Karena itu, kami fokus menyiapkan anak-anak Papua agar mampu bersaing masuk sekolah kedinasan, perguruan tinggi unggulan, maupun memperoleh beasiswa,” kata Alexander Pekei di Nabire, Jumat (30/1/2026).
Sebagai bentuk implementasi, LP3 gencar melakukan sosialisasi ke sejumlah SMA dengan memberikan informasi lengkap terkait sekolah kedinasan, jalur beasiswa dalam negeri, serta perguruan tinggi unggulan.
Selain itu, LP3 juga membagikan sebanyak 1.000 soal latihan sebagai bahan persiapan menghadapi seleksi masuk.
“Kami tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menyediakan data dan materi pendukung agar siswa tidak mengalami kesulitan saat mengikuti tes,” ujarnya.
Untuk menjangkau wilayah yang luas, LP3 memanfaatkan teknologi digital melalui pembentukan grup bimbingan belelajar atau bimbel LP3 di Papua Tengah.
Grup ini berfungsi sebagai wadah bimbingan belajar daring yang diikuti siswa dari Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat, Papua Barat Daya, hingga Papua Selatan. Setiap Jumat sore, LP3 menggelar diskusi interaktif dan simulasi penilaian mandiri secara daring.
Selain sektor pendidikan, LP3 juga menyiapkan program ketenagakerjaan yang menyasar sektor pemerintahan, swasta, serta pemberdayaan masyarakat. Program ini mencakup pendampingan pendaftaran kerja secara daring dan materi persiapan seleksi.
“Sekarang jarak bukan lagi hambatan. Kami akan menggelar sosialisasi besar balik room atau Aula Gubernur Papua Tengah, dan masyarakat di daerah lain dapat mengikuti melalui siaran langsung YouTube,” jelas Alexander.
Katanya, keberlanjutan program tersebut turut didukung sarana dan prasarana yang memadai. LP3 menerima dana hibah sebesar Rp200 juta dari mantan Penjabat Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk, yang digunakan untuk pengadaan perangkat laptop guna menunjang pelatihan keterampilan masyarakat.
“Seluruh persiapan administrasi hingga bahan sosialisasi sedang kami rampungkan. Kami ingin memastikan tidak ada anak Papua yang tertinggal informasi karena kendala geografis,” ucapnya.
Melalui rangkaian program ini, LP3 Papua berkomitmen menjadi penghubung bagi generasi muda Papua dalam meraih pendidikan dan pekerjaan yang layak.
Pemanfaatan teknologi dan pendampingan intensif, diharapkan mampu menekan angka pengangguran serta meningkatkan daya saing SDM Papua, khususnya di Papua Tengah, di tingkat nasional. (Alvi dan Yan)
















