Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Tanah Papua

Mantan peserta nikah massal di Nabire mengeluh, akta nikah belum diperoleh

13
×

Mantan peserta nikah massal di Nabire mengeluh, akta nikah belum diperoleh

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Pernikahan massal yang digelar di Nabire, pada Kamis (3/9/2020) silam – BumiofiNavandu.

Nabire, BumiofiNavandu – Sejumlah mantan peserta nikah massal setahun lalu di Nabire mengeluh lantaran belum mendapatkan akta nikah dan dokumen lainnya. padahal, sudah setahun nikah massal yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Nabire itu telah berlalu.
Salah satu manta peserta Hemas Irwan Mandosir mengatakan, pasangannya pengikuti nikah massal yang diselenggarakan Pemkab pada Kamis (03/09/2020) silam. namun hingga saat ini belum menerima dukumen tertang pernikaan tersebut.
“saya ikut waktu bulan Maret Tahun lalu, bahkan mendapat hadiah atau bingkisan dari Pemerintah saat ini,” kata Mandosir Nabire. Jumat (23/04/2021).
Padahal menurut Mandoris, usai acara pernikahan, petugas telah berpesan bahwa dukumen akan diambil sebulan kemudian. Dokumen dimaksud adalah akta nikah, akta kena lahir anak.
Mandosir mengakuh, sudah beberapa kali mengecek ke Kantor Disdukcapil Nabire dan bukan baru namun belum membuahkan hasil. Ia bahkan beberapa hari lalu mengecek lagi namun alasannya orang yang menangani belum masuk kantor.
“Jadi saya selalu cek tapi belum ada. Jujur ini bukan saya sendiri tetapi banyak peserta yang alama sama,” tuturnya.
Dia berharap kepada Disdukcapil Nabire untuk segera mengakomodir dan memberikan akta nikah dokumen lainnya kepada mantan peserta nikah. Sebab tuntutan saat ini terutama anak-anak yang hendak memasuki jenjang pendidikan sangat membutuhkan akta nikah.
“Kami harap agar segera dapat karena anak mau sekolah dan butu akta kena lahir,” harap Mandosir.
Mantan peserta lainnya, Anton Kaanubun juga mengaku belum mendapatkan dukumen dimaksud. Kaanubun bahkan mengikuti nikah massal pada Minggu (22/12/2019) silam.
“Kami sudah beberap kali cek tapi katanya belum. apalagi kami tidak bisa lama-lama tunggu di kantor karena kerja di perusahan swasta,” ungkapnya.
Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Nabire, Barnabas Watofa, menjelaskan, pernikahan massal yang digelar sebanyak dua kali berturut-turut diikuti oleh 304 pasangan pasangan suami-istri.
Mereke (mantan peserta nikah) massal menerima satu paket dengan kartu keluarga, kartu tanda penduduk dan akte kelahiran anak.
“mereke (mantan) nikah massal ini akan dapat semua dokumen kependudukan,” jelasnya.
Watofa meminta kepada mantan peserta agar tidak segera datang dan mengecek di bagian yang menangani. Jangan sampai terdapat kekurangan dalam pengurusannya.
Belum lagi kata Dia, banyak pekerjaan yang mengakibatkan hal-hal tententu terabaikan tanpa di sengaja. Ditambah pegawai yang mengusur dokumen terbatas di bidang yang dimaksud. Hal tersebut berpengaruh pada pelayanan terutama untuk menyelesaikan dokumen nikah massal.
“Jadi intinya datang ke kantor, cek ke petugas. Jangan sampai ada hal yang kurang maka sama-sama segera perbaiki untuk dapat dokumen kependudukannya. Lagipula, saya sudah beberapa kalu memberitakan bahwa datang dan cek, jangan tunggu saja karena akta nikah tidak mungkin terbang sendiri ke rumah,” ujar Watofa.(Red)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!