Nabire – Kalawaibumiofi.com | Aula Dinas Kesbangpol Nabire, Sabtu (13/9), dipenuhi para pemangku kepentingan yang datang membicarakan masa depan laut Papua Tengah. Dewan Pimpinan Daerah Maritim Muda Nusantara (DPD MMN) menggelar seminar nasional bertema “Penguatan dan Pengembangan Sumber Daya Kelautan”.
Ketua DPD MMN Papua Tengah, Yulian Kowadi, S.M., menyebutkan forum ini digelar untuk menggali permasalahan kemaritiman, khususnya di wilayah pesisir Nabire dan Mimika. “Kami berharap diskusi ini melahirkan strategi dan regulasi, baik di tingkat daerah maupun provinsi, untuk melindungi masyarakat pesisir,” ujarnya.
Sejumlah narasumber hadir. Dari unsur legislatif, Anggota DPR Papua Tengah John NR Gobai menyoroti pentingnya tata kelola sektor maritim yang lebih luas, mulai dari pariwisata bahari, pelestarian hutan mangrove, hingga perbaikan jalur distribusi hasil laut. Gobai menekankan agar Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Nabire dan Mimika diaktifkan kembali. “TPI harus menjadi instrumen transparansi, agar ikan bisa dilelang dengan adil,” kata dia.
Sementara itu, Stella Theresia U. Misiro, S.Hut., anggota DPR Papua Tengah dari kursi Otsus Kabupaten Nabire, mengapresiasi inisiatif Maritim Muda. Ia menilai, pemuda harus hadir dengan konsep strategis di bidang kelautan. “Sebagai wakil rakyat, saya siap mendorong lahirnya produk hukum khusus kemaritiman di Papua Tengah,” katanya.
Dari kalangan masyarakat adat, Roberthino Hanebora, perwakilan Suku Besar Yerisiam Gua, membawa suara nelayan lokal. Ia menyodorkan enam poin saran, program maritim harus fokus ke Nabire dan Mimika; manajemen TPI Sanoba dibenahi; Gubernur menetapkan Hari Makan Ikan Papua Tengah; distribusi motor tempel, alat tangkap, dan cold storage yang tepat sasaran; penetapan wilayah sari laut khusus untuk nelayan lokal; serta edukasi nelayan agar tidak lagi menggunakan bom ikan.
Seminar ditutup dengan ajakan agar seluruh pihak—pemerintah, DPR, pemuda, hingga komunitas adat—berkolaborasi menjaga laut Papua Tengah. Harapannya, pesisir Nabire dan Mimika bukan sekadar penyangga pangan, melainkan juga benteng budaya dan kedaulatan maritim. [*]
Ikuti saluran KALAWAIBUMIOFI.COM II Portal Berita Dan Informasi Terkini Di Tanah Papua di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbAohiL8vd1I15XzTI30

















