Tanah Papua

Masyarakat Sukikai Selatan dan Piyaiye Minta Penerbangan Subsidi

14
Pertemuan Pejabat Dogiyai dengan masyarakat SukikaI Selatan dan Piyaiye beberapa waktu lalu, – Kalawai/Dok Edmon Semu.

Nabire, Kalawaibumiofi.com |  Masyarakat di dua Distrik terpencil di Kabupaten Dogiyai, yakni Distrik Sukikai Selatan dan Piyaiye, memohon agar Pemerintah Daerah kembali menganggarkan dana subsidi penerbangan. Pasalnya, layanan transportasi udara ini menjadi satu-satunya akses vital yang menghubungkan wilayah mereka dengan dunia luar.

Edmondus Semu, Kepala Suku di wilayah Ogeiye, mewakili warga setempat menyampaikan kekhawatiran mendalam terkait subsidi penerbangan yang saat ini terjadi problem di wilayah itu.

Menurutnya, meski tahun sebelumnya layanan subsidi berjalan cukup baik, namun untuk tahun ini (2026), anggaran tersebut tidak lagi dialokasikan.

“Kami sangat berharap pelayanan pesawat subsidi ini dapat berjalan berkelanjutan. Tahun lalu sudah bagus, tapi tahun ini kok tidak dianggarkan lagi. Padahal ini daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) yang tidak memiliki akses jalan darat,” ujar Edmondus, Jumat (10/4/2026) melalui pesan selulernya.

Ia menjelaskan, jika subsidi penerbangan ini benar-benar dihentikan, maka roda kehidupan di dua Distrik tersebut akan macet total. Mulai dari distribusi logistik dan kebutuhan pokok, akses pelayanan kesehatan, hingga mobilitas masyarakat akan terhenti.

“Kalau subsidi berhenti, berarti semua aktivitas di dua Distrik itu macet total. Tidak ada jalan, harapan satu-satunya kan hanya lewat udara dengan bantuan subsidi dari pemerintah,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Edmondus juga mengingat kembali kunjungan pejabat terkait ke wilayah tersebut, di mana saat itu sempat dijanjikan adanya kelanjutan bantuan subsidi.

Memang, beberapa bulan terakhir sempat ada penerbangan subsidi yang beroperasi menggunakan jenis pesawat Pilatus. Namun, layanan tersebut sering kali tidak stabil dan sering mengalami kendala atau keterlambatan.

Kini, meski instruksi dari pimpinan daerah sudah ada, namun dikabarkan adanya kendala di tim anggaran yang menyebutkan keterbatasan dana sehingga subsidi terpaksa dihentikan.

“Walaupun Bupati sudah perintah, tapi alasannya dari tim anggaran bilang kurang dana. Kami mohon tolong pikirkan nasib masyarakatnya mau dibawa kemana? Tidak ada akses jalan, kalau pesawat juga tidak jalan, kami terisolir,” pinta Edmondus.

Oleh karena itu, masyarakat berharap adanya komunikasi dan koordinasi yang baik agar anggaran bisa dicarikan solusinya, sehingga jadwal dan operasional penerbangan bisa kembali stabil demi kesejahteraan bersama. [*]

error: Content is protected !!
Exit mobile version