Nabire, Kalawaibumiofi.com I Ketua Pokja Adat Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Tengah, Yulius Wandagau, saat dijumpai di kantornya mempertanyakan pendropan militer non organik yang berlebihan di Paniai, Intan Jaya, Puncak dan Puncak Jaya.
“Saya mau tanggapi terkait dengan masalah pendropan militer berlebihan terutama pasukan non organik dari Jakarta. Keberadaan mereka saat ini itu mereka ditempatkan di setiap Kampung, Distrik sampai di tingkat Kabupaten. Sekarang penempatannya mulai dari Kampung Kombogosiga (Intan Jaya) sampai Paniai, Kombogosiga sampai Kabupaten Puncak Jaya,” Ungkapnya, Selasa (30/09/2025).
Kemudian Wandagau mempertanyakan pendropan militer non organik yang dinilai berlebihan terutama di Kabupaten Intan Jaya.
“Ini menjadi tanda tanya bagi saya ini pendropan pasukan non organik ini dalam rangka apa? tujuan harus jelas,” Tanyanya keheranan karena setiap kampung ada pendropan TNI.
Dirinya juga meminta agar sebelum pendropan Militer Kapolri, Panglima TNI maupun Pemerintah seharusnya sosialisasikan tujuan pendropan Militer tersebut kepada masyarakat Papua Tengah.
“Kemudian juga perlu Pemerintah, juga Kapolri dan Panglima TNI harus sosialisasi tujuan pendropan pasukan non organik di 8 Kabupaten di Provinsi Papua Tengah supaya masyarakat tahu apakah kehadiran mereka ini mau berantas TPN-OPM ataukah pengamanan masalah jalan trans Papua ataukah masalah kepentingan pertambangan emas seperti blok wabu,” Mintanya agar ada sosialisasi sebelum pendropan Militer.
Dirinya juga melanjutkan bahwa jika terkait pemberantasan TPN-OPM dipersilahkan asal jangan perangnya dekat pemukiman warga sebab selalu masyarakat sipil jadi korban selama ini.
“Maka tujuan itu harus jelas kalau memberantas TPN-OPM silahkan saja tapi perangnya jauh dari pemukiman masyarakat sipil kemudian jauh dari Pemerintahan jauh dari sekolah dan Gereja kalau memang senjata mau lawan senjata silahkan tidak boleh korbankan masyarakat sipil. Kemudian kalau masalah jalan trans untuk jalan dan jembatan disampaikan ke masyarakat supaya mereka tau tujuannya. jadi kehadiran pasukan non organik di seluruh Provinsi Papua Tengah terutama di Kabupaten Intan Jaya, Paniai, Puncak dan Puncak Jaya ini daerah konflik,” Lanjutnya.
Diakhir Wandagau mengatakan bahwa masyarakat sudah banyak yang mengungsi akibat pendropan Militer yang berlebihan dan akibat konflik yang berkepanjangan membuat masyarakat sipil selalu jadi sasaran Utama.
“Sehingga masyarakat kami ini masih trauma beberapa Kabupaten ini dari dulu menjadi daerah operasi militer, kemudian terjadi konflik bersenjata berkepanjangan hingga tidak pernah selesai sampai saat ini maka masyarakat kami ini terjadi pengungsian besar-besaran, ada yang mengungsi ke Kabupaten Nabire, Kabupaten Mimika dan sebagian bertahan diatas,” pungkasnya.[*]
Dapatkan update berita Kalawaibumiofi.com dengan bergabung di saluran Portal kalawaibumiofi.com Nabire di WhatsApp: https://kalawaibumiofi.com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbAohiL8vd1I15XzTI30 serta Grup Telegram https://t.me/+P5c3ACjtcVNiM2Jl Caranya muda, Anda bisa mendapatkan melalui Aplikasi WhatsApp dan Telegram. Juga dapat di akses melalui akun (Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, Tiktok) dengan nama akun Kalawaibumiofi.com

















