Features

Musik Akustik Iringi Semangat Galang Donasi Gempa NTT di Lampu Merah Nabire, Bantuan Sedang Disalurkan

6
Personil Band Oyehe Akustik saat tampil di Perempatan Kusuma Bangsa dalam penggalangan donasi untuk NTT. Senin (24/8/2026), – Kalawai/Titus Ruban.

Selama enam hari berturut-turut, 19 hingga 24 Agustus 2026, langit Nabire tampak diselimuti asap dan tebal. Cuaca panas dan berangin kering dampak kuatnya fenomena El Nino membuat udara terasa berat dan berdebu. Namun setiap sore, tepat pukul 15.00 hingga 19.00 WIT, di empat persimpangan lampu merah yakni pertigaan Pantai MAFF, Tugu Cendrawasih, perempatan Jalan Pemuda–Jalan Merdeka, hingga persimpangan SP 2 Distrik Nabire Barat. Suasana berat itu perlahan terurai oleh alunan nada.

Musik akustik mengalun lembut, mengiringi langkah para pemuda yang berdiri tegak menggalang bantuan bagi saudara-saudara yang tertimpa gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.

Berdiri di sana adalah gabungan Pemuda Katolik Komisariat Cabang Nabire, Komunitas Peduli Nabire (KOPENA), dan Pemuda FLOBAMORA Nabire. Kotak donasi bertuliskan “Donasi Untuk Bencana Gempa NTT” disodorkan dengan senyum kepada setiap pengendara yang melintas. Menjelang tiga hari terakhir masa penggalangan, berkat dukungan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah serta dr. Pingki Wardani, mereka turut membagikan masker pelindung kepada warga yang melintas. Tujuannya agar tetap sehat dan terlindungi di tengah udara yang semakin berdebu.

Dokter Pingki dan Abraham Agapa dalam aksi pembagiannmasker di lampu merah Kusuma Bangsa, – Kalawai/Titus Ruban.

Di hari kelima dan keenam, hadirlah Komunitas Musik Akustik Oyehe. Petikan gitar dan nyanyian lagu-lagu persaudaraan ikut menemani penggalangan donasi, menghibur para pengendara maupun para relawan sendiri. Musik tak sekadar menghibur — ia menjadi bahasa hati yang menyatukan semangat seluruh warga yang berhenti menyumbang.

“Musik Mengikat Kita Menjadi Satu, Meski Berbeda Suku dan Asal”

Yohan Wanaha, Ketua Tim Musik Oyehe Akustik, menyampaikan pesan tulus dan mengapresiasi mendalam kepada komunitas pemuda di Nabire yang telah berpartisipasi dalam kegiatan musik bersama selama dua hari.

Bahwa keterlibatannya bukan sekadar hiburan, melainkan wujud nyata solidaritas dan kebersamaan sesama anak bangsa. Ucapan terima kasih ditujukan khusus kepada pemuda Flobamora, Kopena, Pemuda Katolik serta seluruh komunitas yang ada di Nabire.

“Kita juga sudah menampilkan musik, dan kita harus tunjukkan solidaritas serta kebersamaan. Harus kita buat hal-hal yang positif untuk saling mendukung saudara-saudara kita yang sedang terkena bencana — bukan hanya di Indonesia bagian Tenggara Timur, tetapi juga di wilayah-wilayah lain di Indonesia dan juga di Papua,” ujarnya di hari terakhir penggalangan donasi. Senin (31/8/2026) lalu.

Personil Band Oyehe Akustik saat tampil di Perempatan Kusuma Bangsa dalam penggalangan donasi untuk NTT. Senin (24/8/2026), – Kalawai/Titus Ruban.

Menurutnya, kebersamaan yang terjalin menjadi kekuatan agar bangsa ini tetap kokoh berdiri meskipun diuji berbagai tantangan. Perbedaan suku, bangsa, dan bahasa bukan pemisah, melainkan kekuatan untuk tetap bersatu membangun negeri.

“Supaya kita tetap mumpuni dalam kebersamaan, agar negara dan bangsa ini tetap satu. Bagaimana kita sama-sama, walaupun berbeda-beda suku, bangsa, dan bahasa, tetap satu tujuan untuk membangun negeri ini dengan semangat kebersamaan dan solidaritas,” tambahnya.

Yohan juga menyampaikan doa tulus bagi seluruh saudara yang sedang dilanda musibah di berbagai daerah. Ia memohon pertolongan dan penghiburan Tuhan bagi mereka yang berduka maupun yang sedang berjuang memulihkan diri pasca bencana.

“Itu harapan dari kami kru Oyehe Akustik. Kami doakan saudara-saudara kami yang sedang mengalami bencana, semoga Tuhan menolong dan memberikan kekuatan. Penghiburan bagi yang ditinggal meninggal, Tuhan berikan kekuatan. Tuhan beri penghiburan dan terus hidup dalam berkat serta kasih pertolongan dari Tuhan,” ungkapnya dengan penuh harap.

Penyaluran Bantuan di NTT, – Dok Untuk Kalawai.

Kegiatan dua hari yang berlangsung ini diharapkan menjadi awal hubungan yang semakin erat dan kekerabatan yang kuat antarwarga di Nabire maupun se-Provinsi Papua Tengah.

“Kiranya dua hari kebersamaan kami ini membangun hubungan baik untuk kekerabatan kita dalam memperkuat kebersamaan di Nabire dan di Provinsi Papua Tengah,” pungkas Yohan.

Irama Berubah Menjadi Langkah Nyata Menuju Pelosok Flores

Nada yang teralun di persimpangan jalan tak berhenti di udara Nabire. Ia sudah berubah menjadi tekad yang dibawa menyeberang laut. Dua orang mewakili ketiga komunitas berangkat membawa amanah besar. Abraham Agapa, Sekretariat Pemuda Katolik Komisariat Nabire, dan Gerson Laleb, mewakili KOPENA serta Pemuda FLOBAMORA Nabire.

“Kami berangkat mewakili ketiga komunitas dan  seluruh warga Nabire. Tujuan kami satu, ikut merasakan langsung derita yang dialami saudara-saudara kita di sana, dan memastikan sendiri bahwa bantuan ini sampai tepat sasaran, hingga ke titik-titik yang belum tersentuh bantuan sama sekali,” ujar Abraham Agapa.

Penyaluran bantuan di NTT, – Dok Untuk Kalawai.

Penyaluran tahap pertama telah tuntas dilaksanakan di Desa Robek dan Desa Loce (Kampung Caok), Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.

“Seluruh bantuan telah diterima warga dalam keadaan aman dan tertib. Kami menyaksikan langsung kondisi mereka. Banyak daerah yang belum tersentuh bantuan sama sekali. Itulah sebabnya kami harus datang sendiri, memastikan setiap barang sampai ke tangan yang membutuhkan. Atas nama tim lapangan, saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Nabire. Kepedulian kalian telah menjadi berkat kekuatan bagi saudara-saudara kita di Flores.” demikian laporan lengkap dari lapangan disampaikan Gerson Laleb.

Lalu pada Minggu, 30 Agustus 2026, tim bersiap melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Manggarai Timur, wilayah pedalaman yang hingga kini belum merata menerima bantuan. Logistik telah lengkap, koordinasi telah disepakati, dan semangat tetap menyala — sama seperti irama yang dulu mengiringi mereka berdiri di lampu merah Nabire.

“Dari alunan nada di persimpangan jalan, hingga uluran tangan di pelosok negeri. Musik menyatukan hati, persaudaraan menjaga langkah. Kita satu bangsa, kita satu saudara.”

Hari ini, 31 Agustus 2026, distribusi bantuan akan disalurkan ke dua tempat yakni Kecamatan Borong dan Kecamatan Kota Komba Utara, Manggarai Timur. [*]

Penyaluran bantuan di NTT, – Dok Untuk Kalawai.

 

error: Content is protected !!
Exit mobile version