Nabire, Kalawaibumiofi.com | Seorang pemuda bernama Oktopianus Douw ditangkap oleh pihak kepolisian di kawasan Jalan Mandala, Kelurahan Kalibobo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada Selasa malam (12/5/2026). Penangkapan tersebut sempat disertai bunyi letusan senjata api, namun tidak dilaporkan adanya korban luka dalam peristiwa itu.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari keluarga dan warga sekitar, saat kejadian Oktopianus baru saja keluar dari rumahnya yang berlokasi tidak jauh dari tempat kejadian perkara. Ia sedang berada di pinggir jalan sambil menikmati pinang dan gorengan, ketika tiba-tiba didatangi sejumlah pihak yang diduga merupakan anggota aparat kepolisian dan langsung dilakukan penangkapan.
Seorang warga yang berada di lokasi saat itu mengaku mendengar suara letusan senjata api sebanyak tiga kali. Namun, hingga kini belum ada laporan yang menyatakan adanya korban yang terkena tembakan atau mengalami luka fisik akibat insiden tersebut.
“Kami dengar ada tiga kali bunyi tembakan, katanya ada korban tapi belum tau pasti,” kata sumber yang tidak menyebut namanya ini.
Pasca penangkapan, keberadaan Oktopianus sempat tidak diketahui oleh pihak keluarga hingga menimbulkan kekhawatiran. Barulah pada keesokan harinya, Rabu (13/5/2026) pagi, keluarga mendapat informasi bahwa pemuda tersebut telah dibawa dan berada di lingkungan kantor kepolisian.
Keluarga yang kemudian mendatangi kantor polisi guna menanyakan kejelasan dan status hukum penahanan. Namun keluarga mengaku belum mendapatkan penjelasan rinci maupun alasan resmi penangkapan. Pihak kepolisian saat itu hanya menyampaikan bahwa proses penanganan belum dapat dilakukan karena masih menunggu tenggat waktu 24 jam sejak penangkapan.
“Mereka bilang, setelah 24 jam baru kasus ini bisa ditangani lebih lanjut,” ungkap Veri Douw, kerabat dekat Oktopianus Douw kepada wartawan.
Veri menambahkan, dari keterangan pihak Polres Nabire diketahui bahwa Oktopianus sempat berada di bawah pengawasan Polda Papua Tengah, dan baru diantar ke kantor polisi setempat pada Rabu pagi. Hingga saat itu, pihak Polres masih menunggu arahan dan keterangan lebih lanjut dari Polda terkait perkara yang menjerat pemuda yang diketahui berstatus mahasiswa ini.
“Polda baru mengantar pagi ini, jadi pihak Polres masih menunggu keterangan resmi dari Polda. Kami disarankan kembali lagi besok untuk menanyakan perkembangan kasus,” beber Veri.
Sementara itu, saat dikonfirmasi terpisah, pihak Bidang Reserse Kriminal Polda Papua Tengah menyatakan belum dapat memberikan keterangan resmi terkait kasus penangkapan tersebut. Petugas yang ditemui menyebutkan bahwa tim penyidik yang menangani perkara tersebut sedang beristirahat dan baru akan kembali bertugas serta memberikan penjelasan lengkap pada pukul 14.00 WIT siang nanti.
“Belum bisa kami jelaskan sekarang karena tim yang menangani masih beristirahat. Nanti jam 2 siang baru mereka datang dan bisa memberikan keterangan,” ujar petugas secara singkat dilansir dari media https://www.tadahnews.com
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak kepolisian mengenai alasan penangkapan, kronologi lengkap peristiwa, maupun status hukum Oktopianus Douw yang saat ini masih berada dalam pengamanan aparat. Pihak keluarga masih menunggu kejelasan dan kepastian hukum terkait nasib pemuda tersebut. [*]

















