Nabire, Kalawaibumiofi.com | Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Papua Tengah sekaligus Ketua Panitia Peringatan HUT ke-81 RI, Alanthino Wiay, S.STP., M.Si., mengungkapkan bahwa, persiapan rangkaian kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 RI Tahun 2026 telah berjalan dengan baik.
Kegiatan peringatan dibagi menjadi dua kelompok yakni, Main Event (upacara kenegaraan) dan Side Event (lomba-lomba serta kegiatan kemasyarakatan).
“Struktur kepanitiaan dibentuk secara terpusat. Yaitu, Sekretariat dikoordinir oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Wakil Ketua I membawahi pelaksanaan Side Event, sedangkan Wakil Ketua II — Asisten III — langsung mengkoordinir Main Event, ” ujar Alanthino saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (6/8/2026).
Menurut Alanthino, meskipun beberapa kegiatan sudah dilaksanakan sejak awal Agustus, namun puncaknya akan diluncurkan resmi pada Sabtu, 8 Agustus 2026 nanti.
“Beberapa kegiatan kami mulai lebih awal. Ini karena memakan waktu babak penyisihan dan jumlah peserta yang banyak. Namun pembukaan resmi atau launching seluruh kegiatan tetap pada tanggal 8 Agustus,” tuturnya.
Turnamen Bola Voli Putra-Putri di Lapangan Forest Nabire sudah dimulai sejak 5 Agustus — pertandingan Putra dilaksanakan pukul 08.00 WIT, sedangkan Putra pada pukul 14.00 WIT. Sistem pertandingan menggunakan sistem gugur mengingat jumlah peserta yang banyak dan keterbatasan waktu.
Ia menerangkan, kegiatan lain yang sudah berjalan maupun sedang dipersiapkan antara lain ; Balap Sepeda / Fun Bike, sudah dimulai sejak sebelum tanggal 8 Agustus. Futsal, sedang memasuki babak 16 besar, dikoordinir oleh Dinas PUPR. Bola Basket, Tarik Tambang, Balap Karung, Estafet Keranjang. Ini akan dilaksanakan setelah launching resmi 8 Agustus.
Selain itu, Lomba Seni Kreatif dan Teknologi, Video Content Creator, Video Dokumenter, Karya AI Generatif, Stand Up Comedy, Puisi Kemerdekaan, serta Yospan. Juga Jalan Sehat serta nanti pembagian Bendera Merah Putih Santi besok.
“Untuk Jalan Santai akan berangkat dari halaman Kantor Gubernur, menyusuri Jalan Merdeka, belok kanan di Jalan Pepera, lalu masuk Jalan Merdeka belok kiri menuju tugu Cenderawasih, belok kanan menuju tikungan pantai Nabire dan belok kanan lagi kembali masuk halaman kantor kembali ke titik start,” terang Alanthino.
Dikatakan, untuk peserta lomba terdiri dari dua kelompok, seperti khusus perangkat daerah/OPD dan kelompok serta umum yang melibatkan TNI, Polri, BUMN, BUMD, termasuk masyarakat. Sehingga setiap jenis lomba, ditugaskan kepada dinas terkait sebagai koordinator pelaksana. Secara keseluruhan, persiapan Side Event telah mencapai 70 – 80 persen.
Untuk kegiatan utama atau Main Event, persiapan juga berjalan beriringan. Seperti Paskibraka, telah menjalani pelatihan dan saat ini berada di penampungan, dikoordinir bersama Korem 172/Praja Wira Yudha dan Badan Kesbangpol.
Nantinya, rangkaian kegiatan paskibraka meliputi, Pengukuhan Paskibraka yang masih menunggu koordinasi waktu. Pawai Obor (Taptu Pawai obor) pada 16 Agustus sore. Nantinya titik stars dari halaman Kantor Gubernur, keluar di Jalan Jend. Soedirman, belok kiri lalu belok kanan masuk Jalan Pepera menuju jalan Merdeka (Tugu Nabire hebat). Disana peserta belok kiri menuju Tugu Cenderawasih lalu belok kanan menuju pertigaan Pantai MAFF. Kemudian belok kiri lagi masuk Jalan Jend. Soedirman dan kembali ke titis start.
“Sedangkan, Renungan Suci akan dilaksanakan pada pukul 00.00 WIT, 17 Agustus di Taman Makam Pahlawan. Dan puncaknya akan dilaksanakan Upacara Detik-Detik Proklamasi pada pagi 17 Agustus dengan persiapan dimulai pukul 08.30 WIT dan upacaranya pada pukul 09.30 WIT di halaman Kantor Gubernur. Selain itu, Upacara Penurunan Bendera Merah Putih sore 17 Agustus dan dilanjutkan dengan Resepsi Kenegaraan malam harinya, 17 Agustus,” ujarnya.
Alanthino Wiay berharap, seluruh rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan ke-82 RI, tidak hanya menjadi acara seremonial semata. Melainkan momen untuk menghargai jasa para pahlawan serta mempererat persatuan dan kebersamaan seluruh masyarakat Papua Tengah.
“Jadi bukan acara seremonial belaka tetapi mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan,” harapnya. [*]













