Patroli TNI di Danau Paniai Picu Kontak Senjata dengan WPA dan TPNPB-OPM
Sebarkan artikel ini
Pasukan TNI saat berada di Danau Paniai. Rabu (12/8/2026), – Kalawai/Dok Untuk Kalawai.
Nabire, Kalawaibumiofi.com | Patroli militer TNI di kawasan Danau Paniai, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah, memicu bentrokan bersenjata antara kelompok West Papua Army (WPA) serta TPNPB-OPM pada Rabu (12/8/2026). Insiden ini terjadi menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 RI.
Informasi yang diterima kalawaibumiofi, sejak pagi hari terlihat aktivitas militer TNI yang menggunakan empat unit speed boat melintas di perairan Danau Paniai. Patroli ini disertai penanaman bendera Merah Putih di tepi danau. Pasukan lelu bergerak ke arah Paniai Barat, wilayah yang diduga berdekatan dengan basis kelompok bersenjata WPA, TPN-OPM, TPNPB, dan TRWP.
Panglima Tertinggi WPA, Damianus Magai Yogi, menginformasikan bahwa terjadinya kontak senjata yang berlangsung lebih dari satu jam di muara Kali Totiyo, tepi Danau Paniai.
“Mereka (TNI) mengeluarkan tembakan senjata sebanyak 7.010 butir peluru,” ujar Yogi melalui sambungan telepon.
Yogi menyatakan, pihaknya telah bersiaga dan melakukan penghadangan. WPA mengklaim tidak ada anggotanya yang menjadi korban luka maupun tewas, serta berhasil mendorong pasukan TNI yang jumlahnya cukup banyak untuk kembali ke Enarotali.
“Memang mereka datang tiba-tiba, tapi kami sudah hadang mereka. Anggota dari kami tidak ada yang korban, entah luka-luka maupun korban berat. Kami sudah usir mereka kembali ke Enarotali,” katanya.
Yogi menduga kedatangan pasukan TNI non-organik itu didorong dua kemungkinan. Pertama, terkait peristiwa perampasan senjata yang dilakukan TPNPB-OPM Kodap XIII Kegepanipoda Paniai di bawah pimpinan MG. Kedua, sebagai upaya menciptakan kondisi menjelang peringatan 17 Agustus. Terlebih sebelumnya. Ia (Yogi) telah mengeluarkan pernyataan mengajak rakyat Papua tidak mengikuti perayaan maupun upacara bendera HUT Republik Indonesia.
Namun demikian, Yogi menegaskan perampasan senjata tersebut bukan dilakukan oleh pihaknya.
“Yang perampasan senjata itu bukan kami yang rampas, tapi semua orang sudah tahu siapa yang rampas. Jadi jangan salah sasaran,” ucapnya.
Yogi, menyampaikan bahwa selama ini pihaknya tidak pernah mengganggu aktivitas di Paniai, terbukti saat pasukan TNI melintas menuju Obano maupun Aradide dibiarkan bebas. Namun, upaya masuk ke wilayah yang dianggap markas WPA dianggap sebagai provokasi.
“Kami kan selalu biarkan mereka, tapi TNI mau coba-coba kami, kami tidak akan mundur. Asalkan mereka jangan seperti anak kecil, kalau mau perang harus dewasa. Memang kami ini musuh, itu intinya,” ungkap Yogi.Pasukan TNI saat berada di Danau Paniai. Rabu (12/8/2026), – Kalawai/Dok Untuk Kalawai.
Kronologis & Pernyataan TPNPB-OPM Paniai
Pihak TPNPB-OPM Paniai juga merilis kronologi resmi kejadian di wilayah Totio — markas TPNPB-OPM Paniai — yang terjadi sekitar pukul 10.12 waktu setempat.
Dalam pernyataan tertulisnya disebutkan, pasukan gabungan TNI–Polri masuk wilayah Totio dengan 5 kapal cepat. Pasukan TPNPB-OPM sudah bersiaga sejak awal. Saat mendekati pelabuhan, pihak pejuang melepaskan satu tembakan; lalu dibalas tembakan besar dari pihak TNI–Polri, sehingga terjadi kontak tembak sejenak. Setelah itu pasukan gabungan mundur ke Aikai lalu masuk Enarotali. Pasukan TPNPB-OPM mengikuti hingga batas wilayah pertahanan lalu berhenti dan tetap siaga penuh di markas.
Pihak TPNPB-OPM juga menegaskan ; “Selama ini kami tidak pernah ganggu perjalanan logistik anggota TNI–Polri ke dua pos mereka di Obano dan Komopa. Namun kali ini mereka masuk sampai ke markas kami di Totio sehingga memicu kontak bersenjata. Hal ini berisiko naiknya ketegangan di Paniai.”
Pihak TPNPB-OPM menyampaikan permintaan tegas kepada pihak keamanan. “Setiap operasi militer harus jaga keselamatan warga sipil. Kami minta insiden ini tidak terulang dan konflik jangan dibawa ke tengah masyarakat. Rumah warga, sekolah, puskesmas, tempat ibadah harus dilindungi sesuai Hukum Humaniter Internasional. Jangan jadikan wilayah warga sipil medan tempur! Segera tentukan medan pertempuran terbuka!”
“Kalian datang mengganggu kami bukan karena kami mencuri atau merampas, melainkan karena perjuangan Papua Merdeka. Jika hindari medan terbuka dan tekan rakyat, kalian adalah pembunuh rakyat dan teroris,” pungkas Yogi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak TNI maupun Polri terkait insiden tersebut. Warga sekitar kawasan Danau Paniai dilaporkan dalam keadaan waspada menyusul ketegangan yang masih berlangsung di wilayah tersebut. Suasana di Enarotali dilaporkan tegang namun belum terjadi perluasan bentrokan. [*]