Pemprov Papua Tengah

Pelatihan Dua Hari Belum Cukup, Petani Kopi Puncak Jaya Butuh Pendampingan

5
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Lingkungan Hidup, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Puncak Jaya, Sudarsana, saat memberikan sambutan pada hari terakhir Pelatihan Budidaya Kopi Berkelanjutan dan Pascapanen di kebun kopi milik Yustinus Wonda, Kampung Trikora, Distrik Mulia. Sabtu (7/11/2026), – Kalawai/Yohanes.

“Kepala Bidang Perkebunan Dinas Lingkungan Hidup, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Puncak Jaya, Sudarsana, mengapresiasi pelaksanaan Pelatihan Budidaya Kopi Berkelanjutan dan Pascapanen yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Ia berharap pelatihan dapat dilanjutkan dan disertai bantuan peralatan serta pendampingan bagi kelompok tani”

Puncak Jaya, Kalawaibumiofi |   Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya berharap pelatihan budidaya kopi berkelanjutan dan pengolahan pascapanen dapat dilaksanakan secara rutin. Pemerintah provinsi juga diharapkan memberikan bantuan peralatan untuk mendukung pengembangan perkebunan kopi dan meningkatkan kualitas produksi petani.

Harapan itu disampaikan Kepala Bidang Perkebunan Dinas Lingkungan Hidup, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Puncak Jaya, Sudarsana, saat memberikan sambutan pada hari terakhir Pelatihan Budidaya Kopi Berkelanjutan dan Pascapanen di kebun kopi milik Yustinus Wonda, Kampung Trikora, Distrik Mulia, Sabtu (7/12/2026).

Sudarsana mengapresiasi Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan yang telah menyelenggarakan pelatihan selama dua hari bagi petani kopi di Puncak Jaya. Kegiatan tersebut melibatkan tim pelatih dari Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI).

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah, dalam hal ini Dinas Perkebunan dan Peternakan, serta tim pelatih dari Suistainble Coffee Of Platform Indonesia (SCOPI) yang telah datang dan memberikan materi kepada petani dan kelompok tani di Kabupaten Puncak Jaya,” ujar Sudarsana.

Menurut dia, pelatihan tersebut memberikan kesempatan kepada petani untuk mempelajari teknik budidaya kopi yang baik dan berkelanjutan, termasuk penanganan hasil panen. Karena itu, ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti setelah pelatihan selesai.

Sudarsana juga meminta agar pemerintah provinsi mempertimbangkan kebutuhan peralatan pengolahan kopi yang telah diajukan kelompok tani. Peralatan tersebut dinilai penting untuk membantu petani mengolah hasil panen dan meningkatkan nilai jual kopi.

“Kami berharap pada tahun berikutnya ada bantuan peralatan yang dibutuhkan kelompok tani perkebunan. Beberapa kebutuhan sudah disampaikan, termasuk melalui surat permohonan bantuan peralatan kopi. Mudah-mudahan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua Tengah dapat merespons dan mengusulkannya dalam program tahun depan,” katanya.

Ia menjelaskan, dukungan pemerintah provinsi untuk sektor perkebunan di Puncak Jaya juga telah dilakukan melalui sejumlah program. Salah satunya pembangunan rumah kaca atau greenhouse di lahan kelompok tani Yudhino Stelengen, wilayah Lungguneri. Pembangunan fasilitas tersebut, kata dia, telah memasuki tahap pengerjaan pondasi.

Selain pengembangan kopi, Sudarsana berharap pemerintah provinsi memperhatikan sektor peternakan, terutama kebutuhan bibit ternak babi bagi masyarakat Puncak Jaya. Pemerintah kabupaten, kata dia, telah menyampaikan data dan kebutuhan masyarakat kepada dinas terkait di tingkat provinsi.

Pada akhir sambutannya, Sudarsana meminta peserta pelatihan menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan. Ia menilai keberhasilan pelatihan tidak cukup diukur dari kehadiran peserta, tetapi juga dari penerapan teknik budidaya di kebun masing-masing.

“Kami berharap seluruh peserta dapat menerapkan dan mempraktekkan materi yang telah disampaikan oleh tim pelatih SCOPI di kebun dan lahan masing-masing. Dengan begitu, pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan kopi di Kabupaten Puncak Jaya,” ujarnya.

Ia berharap kerjasama pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, tenaga pelatih, dan kelompok tani dapat terus berjalan. Dengan pendampingan dan dukungan peralatan, pengembangan kopi di Puncak Jaya diharapkan dapat meningkatkan kualitas produksi sekaligus pendapatan petani.[*]

error: Content is protected !!
Exit mobile version