Pemprov Papua Tengah

SCOPI Optimistis Kopi Puncak Jaya Berkembang melalui Pelatihan Petani

1
Master Trainer Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI), Frans Pigai, MT, saat berdiskusi dengan para petani kopi di Puncak Jaya. (7/11/2026), – Kalawai/Yohanes.

“Master Trainer Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI), Frans Pigai, optimistis potensi kopi di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, dapat berkembang melalui peningkatan keterampilan petani. Pelatihan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama SCOPI mencakup teori dan praktik budidaya kopi berkelanjutan, mulai dari pembibitan, penanaman, pembuatan rorak, hingga teknik panen dan pascapanen. Kegiatan ini diharapkan meningkatkan kualitas produksi dan kesejahteraan petani kopi”

Puncak Jaya, Kalawaibumiofi |   Pengembangan kopi di Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, dinilai memiliki peluang besar. Namun, potensi tersebut perlu didukung peningkatan pengetahuan petani, pendampingan teknis, serta penerapan pola budidaya yang berkelanjutan.

Master Trainer Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI), Frans Pigai, MT, menyampaikan optimisme tersebut saat mendampingi petani dalam pelatihan budidaya kopi berkelanjutan dan pascapanen di Kampung Muliambut, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Sabtu (7/11/2026).

Pelatihan tersebut diselenggarakan Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan bekerja sama dengan SCOPI.

Frans menjelaskan, pelatihan dilaksanakan melalui dua tahapan, yakni pemberian materi teori dan praktik langsung di kebun kopi bersama masyarakat.

“Pada hari pertama kami sudah menyampaikan materi atau modul pelatihan. Kemudian, pada hari kedua, kami turun langsung ke lapangan, ke kebun kopi, untuk belajar bersama masyarakat,” kata Frans.

Dalam praktik lapangan, petani mendapatkan pengetahuan tentang pembibitan, pengaturan jarak tanam, serta teknik pembuatan lubang tanam. Salah satu materi yang diberikan adalah pembuatan lubang tanam dengan ukuran lebar 60 centimeter dan kedalaman 60 sentimeter.

Menurut Frans, pemahaman terhadap teknik penanaman menjadi bagian penting dalam membangun perkebunan kopi yang dikelola dengan baik dan berkelanjutan.

Pelatihan tersebut juga akan dilanjutkan dengan materi pembuatan rorak, teknik panen, dan penanganan pascapanen kopi.

“Materi yang masih akan kami dalami adalah pembuatan rorak, teknik panen, dan pascapanen. Kami berharap seluruh materi ini dapat dipahami dan diterapkan oleh para petani di kebun masing-masing,” tuturnya.

Frans menilai Kabupaten Puncak Jaya memiliki potensi perkebunan kopi yang besar. Potensi itu perlu dikembangkan melalui peningkatan keterampilan petani agar mampu menghasilkan biji kopi berkualitas.

Menurut dia, pengembangan kopi tidak cukup hanya dengan menanam dan memanen. Petani juga perlu memahami cara merawat tanaman, mengelola kebun, serta menangani hasil panen agar kualitas kopi tetap terjaga.

Ia mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari kerja sama SCOPI dengan Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan untuk mendukung program pembangunan Gubernur Meki Fritz Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley.

“Kami ingin mendukung dan mewujudkan program Bapak Gubernur Meki Fritz Nawipa bersama Wakil Gubernur Deinas Geley, khususnya dalam pengembangan potensi kopi dan peningkatan kesejahteraan petani di Papua Tengah,” katanya.

Frans menambahkan, pelatihan di Puncak Jaya menjadi salah satu langkah awal dalam mendukung pengembangan komoditas kopi di Papua Tengah. SCOPI berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan agar semakin banyak petani memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola perkebunan kopi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah, khususnya Dinas Perkebunan dan Peternakan, atas kerja sama dalam pelaksanaan pelatihan tersebut.

Frans berharap pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti sebagai materi pembelajaran, tetapi benar-benar diterapkan oleh petani di kebun masing-masing.

Dengan demikian, perkebunan kopi di Puncak Jaya diharapkan dapat berkembang, menghasilkan produk berkualitas, dan menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat.[*]

error: Content is protected !!
Exit mobile version