Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kesehatan

Pemerhati : KPA Papua Tengah Perlu Fokus Pengobatan dan Rehabilitasi HIV/AIDS

0
×

Pemerhati : KPA Papua Tengah Perlu Fokus Pengobatan dan Rehabilitasi HIV/AIDS

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi HIV/AIDS di Pixabay.com
Example 468x60

Nabire, Kalawaibumiofi.com |   Pemerhati masalah HIV/AIDS di Papua Tengah, Kristin O. Waine, mendesak Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua Tengah untuk lebih memprioritaskan upaya pengobatan dan rehabilitasi. Desakan ini seiring tingginya angka kasus yang terus meningkat di wilayah ini.

Sejarah dan Perkembangan Kasus

Example 300x600

Kristin mengungkapkan, persoalan HIV/AIDS di Nabire dan sekitarnya sudah terdeteksi sejak tahun 2010-an, bahkan dikenal dengan sebutan “fenomena gunung es”—di mana kasus yang tercatat baru sebagian kecil dari yang sebenarnya terjadi. Sejak terbentuknya Provinsi Papua Tengah, angka kasus terus bertambah, tidak hanya berasal dari warga Nabire saja, melainkan juga dari kabupaten-kabupaten tetangga yang datang berobat ke ibu kota provinsi ini.

“Kasus ini sudah membludak dan terlalu luar biasa. Diperkirakan jumlahnya sudah mencapai ribuan. Selama ini kita banyak berfokus pada edukasi dan promosi, namun saat ini yang paling mendesak adalah penanganan nyata bagi mereka yang sudah positif,” ujarnya, Selasa (7/7/2026).

Tiga Aspek Penanganan Menyeluruh

Menurut Kristin, penyembuhan tidak cukup hanya menangani aspek fisik lewat pengobatan medis. Penanganan harus mencakup tiga dimensi sekaligus: tubuh, jiwa, dan roh.

“Kita harus pulihkan kondisi fisiknya, bina mental dan jiwanya agar kuat menjaga diri dan tidak menularkan kepada orang lain, serta membina kerohaniannya agar memiliki arah dan tanggung jawab ke depan. Semua ini harus berjalan beriringan,” jelasnya.

Usulan Pembangunan Fasilitas Khusus

Kristin berharap pemerintah provinsi segera membangun tempat rehabilitasi, rumah bina jiwa, atau rumah singgah bagi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi tempat pengobatan awal sekaligus pendampingan rohani dan pembinaan mental.

“Kami berharap KPA Papua Tengah bisa bekerja lebih fokus ke sisi kuratif, pemulihan, dan rehabilitasi, disertai pencegahan yang tepat. Ketika kita bekerja sungguh-sungguh demi kemanusiaan, seperti tugas yang dititipkan Tuhan, maka jalan penyelesaian pun akan terbuka,” tandasnya.

Perlu diketahui berdasarkan data terbaru dari Dinas Kesehatan dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua Tengah, tercatat akumulasi sebanyak 24.777 kasus HIV/AIDS di wilayah ini. Sebaran angka tertinggi berada di Kabupaten Nabire dengan lebih dari 11.000 kasus dan Kabupaten Mimika dengan lebih dari 9.000 kasus.

Dan hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak KPA Provinsi Papua Tengah terkait usulan pembangunan fasilitas tersebut. [*]

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!