“Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya mendorong pengembangan perkebunan kopi berkelanjutan untuk meningkatkan pendapatan petani. Melalui pelatihan budidaya dan pascapanen yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan SCOPI, petani didorong meningkatkan kualitas tanaman, menjaga lingkungan, serta mengolah hasil panen agar memiliki nilai jual lebih baik”
Puncak Jaya, Kalawaibumiofi | Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya mendorong petani mengembangkan perkebunan kopi secara berkelanjutan. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas hasil panen, memperluas peluang pemasaran, dan menambah pendapatan keluarga petani.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Puncak Jaya, Eri Winda, mengatakan pengembangan kopi perlu dilakukan dengan memperhatikan kualitas tanaman, hasil panen, dan kelestarian lingkungan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sambutan tertulis Eri Winda yang dibacakan Kepala Bidang Perkebunan dan Peternakan, Sudarsana, dalam kegiatan Pelatihan Budidaya Kopi Berkelanjutan dan Pasca Panen bagi Petani Kopi di Kabupaten Puncak Jaya, November 2026.
“Kopi bukan sekadar tanaman perkebunan, tetapi juga komoditas yang memiliki peluang ekonomi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka lapangan usaha, serta memperkuat perekonomian keluarga petani,” demikian sambutan Eri Winda yang dibacakan Sudarsana.
Kegiatan tersebut merupakan kerja sama Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan dengan Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI) atau Asosiasi Kopi Indonesia. Pelatihan itu menyasar petani kopi binaan Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
Dalam sambutannya, Eri menjelaskan bahwa pengembangan kopi tidak cukup hanya dengan meningkatkan jumlah produksi. Petani juga perlu memperhatikan cara merawat tanaman, menjaga lingkungan, dan mengolah hasil panen agar memiliki kualitas yang baik.
“Pembangunan perkebunan kopi perlu didorong secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, terutama petani sebagai pelaku utama pembangunan sektor perkebunan,” kata Sudarsana.
Eri menyampaikan bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan perkebunan kopi berkelanjutan.
Pertama, petani perlu meningkatkan kualitas budidaya tanaman. Hal ini dimulai dari pemilihan bibit unggul, persiapan lahan, penanaman, pemupukan, pemangkasan, hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman.
Kedua, petani harus menjaga lingkungan dengan mempertahankan kesuburan tanah, melindungi sumber air, mencegah erosi, serta menjaga kelestarian hutan di sekitar perkebunan.
Ketiga, petani perlu memperhatikan proses panen dan pengolahan setelah panen atau pascapanen. Buah kopi yang dipetik harus matang agar menghasilkan biji kopi dengan kualitas yang baik. Proses pengolahan, pengeringan, dan penyimpanan juga harus dilakukan secara bersih dan benar.
Kualitas hasil panen sangat berpengaruh terhadap harga jual kopi. Karena itu, petani perlu memahami cara menghasilkan biji kopi yang memenuhi standar mutu pasar.
“Kualitas kopi yang baik akan membuka peluang bagi petani untuk memperoleh harga jual yang lebih layak sekaligus meningkatkan daya saing kopi Puncak Jaya di pasar yang lebih luas,” ujarnya,
Dorong penguatan kelompok tani
Selain meningkatkan keterampilan budidaya, Eri juga menekankan pentingnya memperkuat kelompok tani, koperasi, dan kelembagaan ekonomi masyarakat.
Melalui kelompok tani, para petani diharapkan lebih mudah mendapatkan informasi, pendampingan, mengembangkan usaha, serta membangun jaringan pemasaran.
Ia berharap pelatihan tersebut menjadi kesempatan bagi petani untuk belajar, berdiskusi, bertukar pengalaman, dan memperoleh pengetahuan baru tentang pengembangan kopi.
Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah, khususnya Dinas Perkebunan dan Peternakan, serta pihak yang terlibat dalam mendukung kegiatan tersebut.
Pemerintah berharap pelatihan budidaya kopi berkelanjutan dan pascapanen dapat meningkatkan kemampuan petani, memperbaiki kualitas produksi, dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian keluarga petani di Kabupaten Puncak Jaya. [*]












