Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Tanah Papua

Pemkab Puncak Jaya Minta Pelatihan Kopi Berlanjut hingga Pendampingan di Kebun

0
×

Pemkab Puncak Jaya Minta Pelatihan Kopi Berlanjut hingga Pendampingan di Kebun

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Perkebunan dan Peternakan pada Dinas Lingkungan Hidup, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Puncak Jaya, Sudarsana. Jumat (6/11/2026), – Kalawai/Yohanes.

“Pemkab Puncak Jaya mengapresiasi pelatihan budidaya kopi berkelanjutan yang digelar Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Pemkab berharap program tersebut dilanjutkan dengan pendampingan dan praktik langsung di kebun agar petani mampu meningkatkan kualitas dan hasil produksi kopi”

Puncak Jaya, Kalawaibumiofi |   Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya berharap pelatihan budidaya kopi berkelanjutan dan pascapanen bagi petani lokal tidak berhenti pada kegiatan di ruang kelas. Pemerintah provinsi juga diminta melanjutkan program tersebut melalui pendampingan dan praktik langsung di kebun.

Harapan itu disampaikan Kepala Bidang Perkebunan dan Peternakan pada Dinas Lingkungan Hidup, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Puncak Jaya, Sudarsana, S.Hut., setelah mengikuti pelatihan di Aula Kantor Dinas Lingkungan Hidup, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Puncak Jaya, Distrik Pagaleme, Jumat (6/11/2026).

Sudarsana mengapresiasi Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan yang telah menyelenggarakan pelatihan tersebut. Menurut dia, kegiatan itu menunjukkan perhatian pemerintah provinsi terhadap pengembangan perkebunan kopi di Puncak Jaya.

“Atas nama dinas, kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah, khususnya Dinas Perkebunan dan Peternakan. Kami sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan budidaya tanaman kopi ini. Antusiasme peserta dari Kabupaten Puncak Jaya juga sangat tinggi,” ujar Sudarsana.

Ia mengatakan tingginya antusiasme petani menunjukkan adanya keinginan masyarakat untuk mengembangkan kopi sebagai salah satu sumber pendapatan keluarga.

Namun, pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan perlu diperkuat dengan pendampingan secara berkelanjutan. Dengan begitu, petani dapat menerapkan teknik budidaya dan penanganan hasil panen secara langsung.

“Kami berharap ke depan akan ada pelatihan-pelatihan lanjutan, khususnya yang dilaksanakan langsung di lapangan, sehingga petani dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik dalam mengembangkan tanaman kopi,” katanya.

Sudarsana juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Papua Tengah, Meki F. Nawipa, atas perhatian pemerintah provinsi terhadap pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor perkebunan.

Menurut dia, pengembangan kopi membutuhkan dukungan yang berkelanjutan. Dukungan itu mencakup pembinaan petani, penyediaan sarana produksi, pengolahan hasil panen, hingga akses pemasaran.

“Kami harap kerja sama Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya terus diperkuat agar program pengembangan kopi dapat memberikan manfaat langsung bagi petani,” terangnya.

Pelatihan budidaya kopi berkelanjutan dan pascapanen tersebut merupakan kerja sama Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan dengan SCOPI atau Asosiasi Kopi Indonesia.

Kegiatan itu bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menerapkan teknik budidaya yang baik serta menangani hasil panen. Dengan peningkatan kemampuan tersebut, kualitas kopi lokal diharapkan semakin baik dan dapat mendukung ekonomi keluarga petani. [*]

error: Content is protected !!