Nabire, Kalawaibumiofi.com | Pemerintah Provinsi atau Pemprov Papua Tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) yang diikuti oleh delapan kabupaten se-Papua Tengah.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Guesthouse/Bapperida Provinsi Papua Tengah, Jalan Merdeka, Nabire, yang dibuka, Senin (30/03/2026).
Rakor itu dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Papua Tengah, Dr. Silwanus Sumule, mewakili Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa.
Dalam sambutannya, Silwanus Sumule menegaskan bahwa rakor ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kesiapan daerah dalam menghadapi agenda nasional tahun 2026.
“Rapat koordinasi ini sangat penting dan strategis untuk memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan dengan baik, terukur, dan akuntabel,” ujar Silwanus Sumule.
Sekda Silwanus menjelaskan sejumlah poin inti dalam sambutannya, di antaranya LPPD sebagai instrumen utama evaluasi kinerja pemerintah daerah, peran pemerintah provinsi sebagai fasilitator kebijakan dan koordinasi, serta pentingnya sinergi antara provinsi dan kabupaten/kota.
Selain itu, ia menekankan perlunya pembagian tugas yang jelas, penguatan koordinasi lintas sektor, serta pelaksanaan seluruh tahapan secara transparan dan bertanggung jawab.
Rakor ini juga diarahkan untuk menyusun langkah konkret seperti rencana kerja yang terukur, timeline yang jelas, serta perencanaan anggaran yang realistis dan akuntabel.
“Sinergi antara provinsi dan kabupaten/kota harus berjalan efektif dengan pembagian peran yang tegas, sehingga seluruh proses dapat dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab,” ucapnya.
Lebih lanjut, Sekda menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia, disiplin peserta, serta dukungan pembiayaan yang tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia juga mengingatkan bahwa Papua Tengah sebagai daerah otonom baru harus mampu membangun citra, kepercayaan diri, dan karakter daerah melalui kinerja pemerintahan yang berkualitas.
Katanya, semangat kebersamaan, kerja sama, serta komitmen bersama menjadi kunci dalam mencapai hasil yang optimal.
“Kita tidak sekadar berpartisipasi, tetapi harus hadir dengan kesiapan, kualitas, dan karakter sebagai daerah otonom baru yang terus bertumbuh,” ujarnya. (Alvi)

















