Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Pemprov Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah Luncurkan Aplikasi SIAP

0
×

Pemprov Papua Tengah Luncurkan Aplikasi SIAP

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui DPMPTSP resmi meluncurkan aplikasi SIAP di Nabire, Rabu (14/10/2026) - Kalawai/Yohanes

Nabire, Kalawaibumiofi.com | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) resmi meluncurkan website dan aplikasi Sistem Informasi Aplikasi Perizinan (SIAP).

Ini sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat proses perizinan, serta mencegah praktik pungutan liar dalam pelayanan pemerintahan.

Peluncuran tersebut berlangsung di Ruang Meeting Restoran Jakarta, Jalan Jakarta Nomor 15, Nabire, Papua Tengah, Rabu (14/10/2026), mulai pukul 09.00 WIT.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Gubernur Papua Tengah Bidang Kemasyarakatan, Sumber Daya Manusia (SDM), dan Pengembangan Otonomi Khusus (Otsus), Ukkas, S.Sos, M.KP, yang hadir mewakili Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, sekaligus membacakan sambutan gubernur.

Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Ukkas, Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menegaskan bahwa transformasi digital merupakan kebutuhan penting dalam mewujudkan pelayanan pemerintahan yang cepat, terbuka, dan mudah diakses masyarakat.

Menurut Nawipa, pemerintah daerah harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi informasi serta meninggalkan sistem pelayanan konvensional yang selama ini dinilai birokratis, lambat, dan kurang efisien.

“Saat ini kita berada di era digitalisasi, di mana kecepatan, transparansi, dan kemudahan akses informasi menjadi kebutuhan mutlak. Pemerintah daerah dituntut untuk terus berinovasi dan meninggalkan pola pelayanan lama yang birokratis, lambat, dan tidak efisien,” kata Nawipa dalam sambutan tertulis yang dibacakan Ukkas.

Ia mengatakan, kehadiran website dan aplikasi SIAP merupakan langkah nyata DPMPTSP Papua Tengah dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance, sekaligus mendorong terwujudnya konsep kota cerdas atau smart city.

Melalui sistem tersebut, pemerintah berupaya memberikan kepastian hukum dan kemudahan berusaha bagi masyarakat maupun investor yang ingin mengembangkan kegiatan ekonomi di Papua Tengah.

“Kehadiran website dan aplikasi perizinan yang disingkat SIAP ini adalah bukti nyata komitmen DPMPTSP Provinsi Papua Tengah dalam mewujudkan Smart City dan Good Governance,” ujarnya.

Nawipa menjelaskan, aplikasi SIAP dirancang untuk melayani proses perizinan yang belum tercakup dalam sistem Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS-RBA), yakni sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik berbasis risiko.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat mengakses pelayanan perizinan secara lebih mudah tanpa harus berulang kali mendatangi kantor pelayanan.

Dalam sambutannya, Nawipa menyoroti tiga manfaat utama penerapan sistem perizinan berbasis elektronik tersebut, yakni transparansi pelayanan, pencegahan pungutan liar, serta efisiensi waktu dan biaya.

Menurutnya, sistem digital memungkinkan masyarakat mengetahui secara terbuka persyaratan, biaya, tahapan, dan waktu penyelesaian perizinan.

Transparansi tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelayanan pemerintah.

Selain itu, digitalisasi perizinan dinilai dapat mempersempit peluang terjadinya praktik pungutan liar karena mengurangi interaksi langsung antara pemohon dan petugas pelayanan.

“Memangkas pungli. Dengan meminimalisasi tatap muka langsung antara pemohon dan petugas, kita menutup celah praktik pungutan liar dan korupsi,” kata Nawipa.

Ia juga menekankan pentingnya efisiensi waktu dan biaya bagi masyarakat, khususnya para pelaku usaha yang membutuhkan pelayanan perizinan untuk menjalankan kegiatan ekonomi.

Melalui aplikasi SIAP, masyarakat diharapkan tidak lagi harus mengantre berjam-jam atau datang berkali-kali ke kantor dinas hanya untuk menyelesaikan proses administrasi.

“Masyarakat tidak perlu lagi mengantre berjam-jam atau datang berkali-kali ke kantor dinas. Semua bisa diakses dari rumah atau tempat usaha,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nawipa mengingatkan bahwa keberhasilan penerapan aplikasi SIAP tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada kesiapan dan komitmen aparatur sipil negara (ASN) yang menjalankan pelayanan.

Karena itu, ia menginstruksikan DPMPTSP Papua Tengah bersama instansi terkait untuk memastikan sistem tersebut dapat digunakan secara berkelanjutan.

Ia menekankan pentingnya pemeliharaan sistem secara berkala, termasuk penyediaan layanan penanganan gangguan teknis yang cepat dan responsif.

Selain itu, pemerintah daerah diminta melakukan sosialisasi secara luas agar masyarakat memahami manfaat serta tata cara penggunaan aplikasi SIAP.

Menurut Nawipa, sosialisasi menjadi bagian penting untuk memastikan inovasi digital tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat di seluruh wilayah Papua Tengah.

Ia juga meminta petugas pelayanan tetap mengedepankan sikap ramah, cepat, dan mampu memberikan solusi ketika masyarakat mengalami kesulitan dalam menggunakan aplikasi.

“Inovasi ini tidak akan berdampak maksimal tanpa adanya komitmen dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai operator penggerak,” katanya.

Nawipa berharap kehadiran aplikasi SIAP dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, kemudahan pelayanan perizinan menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, terutama bagi masyarakat dan pelaku usaha yang ingin mengembangkan kegiatan ekonomi di Papua Tengah.

Karena itu, ia mengajak masyarakat dan pelaku usaha memanfaatkan fasilitas digital yang telah disediakan pemerintah.

“Kepada para pelaku usaha dan seluruh masyarakat, silakan manfaatkan fasilitas digital ini dengan sebaik-baiknya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Papua Tengah,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap penerapan sistem pelayanan berbasis elektronik tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung terciptanya pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, melalui Staf Ahli Gubernur Ukkas secara resmi menyatakan peluncuran website dan aplikasi perizinan DPMPTSP Provinsi Papua Tengah.

“Dengan memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Website dan Aplikasi Perizinan DPMPTSP Provinsi Papua Tengah secara resmi saya nyatakan diluncurkan,” kata Ukkas saat membacakan pernyataan gubernur.

Nawipa berharap aplikasi SIAP tidak sekadar menjadi inovasi teknologi pemerintahan, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan perizinan, serta mendukung kemajuan pembangunan di delapan kabupaten di Papua Tengah.

“Semoga aplikasi ini membawa manfaat besar demi kemajuan daerah dan kesejahteraan seluruh masyarakat.” (Yohanes)

error: Content is protected !!