Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pemprov Papua Tengah

Pendangkalan Muara Pulau Tiga Hambat Pelayaran KM Sabuk Nusantara 114

11
×

Pendangkalan Muara Pulau Tiga Hambat Pelayaran KM Sabuk Nusantara 114

Sebarkan artikel ini
Dok : penjemputan Kapal KM.Sanus 114, di dermaga sipu-sipu.
Example 468x60

Timika – Kalawaibumiofi.com | Harapan masyarakat Distrik Jita, Mimika Timur Jauh, dan Agimuga di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, untuk mendapat akses transportasi laut yang lancar lewat kapal perintis KM Sabuk Nusantara (Sanus) 114 kembali terganjal. Kapal yang semestinya melayani rute Pelabuhan Pomako Timika hingga dermaga Sipu-Sipu itu tak bisa berlayar normal akibat pendangkalan muara di pesisir timur Mimika.

Pendangkalan ini bukan persoalan baru. Selama bertahun-tahun, perahu dan speedboat warga kerap terkandas di kawasan dangkal. Para motoris bahkan harus turun mendorong perahu agar bisa lolos dari endapan pasir dan lumpur. “Ada tiga titik dangkal di sekitar Pulau Tiga menuju Sungai Muras Besar dan Sungai Agimuga. Tanpa pengerukan, kapal perintis akan terus terhambat,” kata John NR Gobai, Anggota DPR Papua Tengah, Senin (26/8).

Example 300x600

KM Sanus 114 sempat disambut meriah saat pertama kali berlabuh di dermaga Sipu-Sipu. Warga melakukan prosesi adat ketika kapal perintis itu berlayar perdana ke Jita. Namun, pelayaran berikutnya terhenti. Nahkoda kapal mengakui faktor keselamatan menjadi alasan utama. “Kami ingin melayani masyarakat Jita, tapi selama muara tidak diperbaiki, kapal berisiko kandas. Perlu pengerukan dan rambu navigasi agar pelayaran aman,” ujar dia dalam pesannya kepada penumpang.

Gobai menegaskan, masalah pendangkalan tak bisa dibiarkan. Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Pemerintah Kabupaten Mimika, hingga PT Freeport Indonesia mesti turun tangan. “Freeport tak bisa lepas tangan. Tailing perusahaan itu ikut menyebabkan sedimentasi di muara. Karena itu, mereka harus bertanggung jawab bersama pemerintah,” ucapnya.

Menurut Gobai, pengerukan muara Pulau Tiga akan menghidupkan kembali akses kapal perintis ke distrik terpencil. “Jika jalur masuk dibersihkan, masyarakat akan kembali merasakan manfaat transportasi laut. Jangan sampai kapal yang sudah dihadirkan justru berhenti melayani,” katanya. [*]

Dapatkan update berita Kalawaibumiofi.com dengan bergabung di saluran Portal kalawaibumiofi.com Nabire di WhatsApp : https://whatsapp.com/channel/0029Vb5HSBnLSmbczLEXuF0X. Caranya muda, Anda bisa mendapatkan melalui Aplikasi WhatsApp, atau dapatkan juga di medsos (Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, Tiktok) dengan nama akun Warta Bumiofi.

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!