Nabire, Kalawaibumiofi.com | Salah satu penumpang Sriwijaya Air, sebut saja toto, melayangkan protes keras atas layanan maskapai tersebut setelah mengalami keterlambatan panjang dan pembatalan penerbangan rute Makassar–Nabire–Jayapura.
Insiden ini terjadi pada Sabtu malam hingga Minggu (29/3/2026) di Bandara Douw Aturure, Nabire – Papua Tengah.
Kronologi menurut Toto baha pesawat Sriwijaya Air seharusnya take off dari Makassar malam hari. Namun, penerbangan mengalami penundaan hingga subuh sekitar pukul 03.00 WIT tanpa kejelasan penyebabnya, diduga karena masalah teknis atau kerusakan.
“Pesawat baru berangkat dari Makassar sekitar pukul 16.00 WITA dan mendarat di Nabire hampir pukul 18.30 WIT,” tutur Toto kesal.
Yang lebih mengejutkan lagi kata Toto, pesawat tersebut bukan armada reguler rute Nabire, melainkan pesawat pengganti dari Sriwijaya Air untuk mengangkut penumpang yang menumpuk di Makassar. Setelah mendarat, pesawat langsung balik tanpa mengakomodasi penumpang lanjutan secara normal.
Dampaknya merembet ke penerbangan lanjutan ke Jayapura. Jadwal yang semula pagi hari pukul 07.00–09.00 WIT bergeser berulang kali menjadi pukul 10.00, 11.00, hingga 13.00 WIT, sebelum akhirnya dibatalkan dan ditunda hingga Senin pagi (30/3/2026).
“Kami sudah menunggu sejak pagi, tapi pada akhirnya dibatalkan. Tidak ada kepastian sejak awal,” keluh Toto.
Ia, merupakan salah satu penumpang terdampak. Penumpang juga mengalami kerugian materiil.
Toto menyebut, reservasi hotel di Jayapura yang sudah dibayar sejak pukul 12.00 siang hangus karena ketidakmampuan check-in.
“Hotelnya hangus. Dan itu pun tidak ada kompensasi dari pihak maskapai,” tambahnya.
Selain itu Kompensasi dari Sriwijaya Air dinilai tidak adil. Maskapai hanya menyediakan penginapan di Andaman Hotel beserta transportasi pulang-pergi bagi penumpang non-domisili Nabire. Sementara warga lokal seperti Toto tidak mendapat fasilitas serupa.
“Kita semua beli tiket dengan harga tiket yang sama, tapi fasilitas yang dikasih dengan kompensasinya kan tidak sama. Itu kan sama saja bohong,” tegasnya.
Gangguan ini juga mempengaruhi jadwal lain. Penerbangan Sriwijaya Air rute Jayapura–Nabire yang dijadwalkan Senin (30/3) turut ditunda hingga 31 Maret 2026. [*]
Hingga berita ini diturunkan, pihak Sriwijaya Air belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab keterlambatan, pembatalan, atau kebijakan kompensasi. Awak media masih berupaya konfirmasi. Kejadian ini menyoroti urgensi transparansi dan keadilan layanan penerbangan di Papua, wilayah dengan akses transportasi udara terbatas.

















