Nabire, Kalawaibumiofi.com | Salam Paskah bagi Bapak dan Ibu sekalian dan salam sejahtera selalu. Paskah yaitu Kebangkitan Tuhan Yesus telah kita rayakan dengan sukacita. Namun di tengah suasana itu, pada hari Senin tanggal 21 April 2025, muncul kabar bahwa Paus Fransiskus telah berpulang ke rumah Bapa di Surga.
Dengan demikian suasana Paskah diwarnai dengan rasa keharuan atas kepergian beliau yang meninggalkan kesan yang sangat mendalam, tidak hanya bagi umat beriman Katolik tetapi juga bagi umat di seluruh dunia. Paus Fransiskus yang meninggal pada usia 88 tahun telah memberikan teladan bagi kita tentang praktik hidup beriman sebagai pengikut Kristus yang sesungguhnya di tengah zaman ini. Paus Fransiskus sangat revolusioner dalam hal memberi pengaruh besar kepada dunia.
Dalam tulisan tulisan ensiklik yang dikeluarkan yaitu Lumen Fidei (2013) tentang Karunia Orang Beriman karena Kristus; Laudato Si (2015) tentang Merawat Bumi Ciptaan Allah; Fratelli Tutti 2020) tentang Persahabatan Sosial; Dilexit Nos (2024) tentang Cinta manusiawi dan Ilahi dalam Hati Yesus Kristus, karya-karya tersebut sangat kontekstual dan menjawab tantangan zaman dengan persoalan-persoalan nyata di dunia ini.
Masyarakat dunia mendambakan kehadiran beliau sebagai pemimpin sekaligus sebagai bapa yaitu insan manusia sederhana yang menggambarkan kehadiran Kristus pada awal mula kekristenan lahir.
Dampak itu makin terasa di Indonesia ketika beliau bertemu dengan para tokoh agama, khususnya Imam Besar Masjid Istiqlal, KH. Nasaruddin Umar, dalam kunjungan pada Kamis, 5 September 2024. Momen tersebut sempat didokumentasikan dalam foto dan lukisan yang menjadi bentuk toleransi hubungan antar umat beragama yang harmonis.
Di situ nampak Bapa Paus mencium tangan sang Ustadz dan dibalas dengan kening kepala Bapa Paus yang dicium olehnya. Perbedaan usia diantara mereka cukup jauh dan dengan menemui Paus Fransiskus, maka Bapak Ustadz teringat akan ayahandanya yang adalah seorang guru dan pelayanan agama yang membaktikan hidupnya di daerah pedesaan sampai usia tua.
Kenangan ini menimbulkan kesan dan pesan mendalam baginya bahwa pengorbanan Paus Fransiskus hingga usia lanjut itu didedikasikan dengan sepenuhnya bagi seluruh umat manusia. Sungguh cinta yang besar dari Tuhan Yesus yang mengalir pada pribadi Sri Paus. Selamat jalan, Viva Papa Francesco. Tuhan memberkati.[*]
Dapatkan update berita Kalawaibumiofi.com dengan bergabung di saluran Portal kalawaibumiofi.com Nabire di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb5HSBnLSmbczLEXuF0X. Caranya muda, Anda bisa mendapatkan melalui Aplikasi WhatsApp, atau dapatkan juga di medsos (Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, Tiktok) dengan nama akun Warta Bumiofi.












