Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Tanah Papua

Polemik GOR Kota Lama Akhirnya di Mediasi

2
×

Polemik GOR Kota Lama Akhirnya di Mediasi

Sebarkan artikel ini
Polemik GOR Kota Lama Akhirnya di Mediasi

Nabire, Kalawaibumiofi.com |    Bupati Nabire, Mesak Magai, menyampaikan permohonan maaf kepada jajaran Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua dan warga Kota Nabire setelah mediasi terkait polemik status Gedung Olahraga (GOR) Kota Lama di Polres Nabire, Senin (21/9/2026).

Mediasi yang mempertemukan Pemerintah Kabupaten Nabire dan pihak Gereja GKI Imanuel Kota Lama itu berlangsung di Ruang Birokrasi Polri (RBP), Polres Nabire. Pertemuan tersebut dimediasi oleh Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu.

Usai mediasi, Mesak mengatakan pemerintah daerah dan pihak gereja memiliki catatan sejarah masing-masing terkait keberadaan kawasan GOR Kota Lama.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Kapolres sendiri atas mediasi yang dilakukan bagi kami pemerintah daerah dan pihak Gereja Imanuel Kota Lama,” kata Mesak dalam jumpa pers di Polres Nabire usai mediasi, Senin (21/9/2026).

Ia menjelaskan, kawasan yang kini menjadi lokasi GOR Kota Lama sebelumnya dikenal sebagai Lapangan Trikora. Hal ini pemerintah daerah memiliki catatan mengenai penggunaan kawasan tersebut sejak masa pemerintahan bupati-bupati sebelumnya.

“Bahwa GOR ini ada riwayat ceritanya menurut pihak gereja. Tetapi juga kami menurut pemerintah juga ada ceritanya,” jelas Mesak.

Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Nabire memandang GOR Kota Lama sebagai bagian dari aset pemerintah daerah. Sehingga gedung tersebut selama ini digunakan untuk berbagai kegiatan pemerintahan.

Selain itu, GOR Kota Lama tidak hanya digunakan untuk kegiatan pemerintah, tetapi juga menjadi ruang bagi pembinaan bakat dan potensi anak-anak di Nabire.

“Pemerintah daerah juga membina karakter manusia di gedung GOR ini. Anak-anak kita dibina untuk mengembangkan talenta yang dimiliki,” kata Mesak.

Dalam mediasi tersebut, sejumlah kepala suku turut hadir untuk menyaksikan proses penyelesaian persoalan antara pemerintah daerah dan pihak gereja.

Dalam kesempatan tersebut, Mesak juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas pernyataan yang sebelumnya disampaikannya.

“Saya pribadi dan juga atas nama keluarga, sekaligus atas nama Pemerintah Kabupaten Nabire, menyampaikan permohonan maaf,” ungkapnya.

Permohonan maaf itu disampaikan kepada Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Ketua Sinode Wilayah V Papua di Nabire, Ketua Klasis Nabire, serta pengurus Gereja Immanuel Kota Lama.

Mesak juga meminta maaf kepada warga Kota Nabire dan masyarakat Papua Tengah atas pernyataannya yang menurut dia disampaikan di luar kendali.

“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak atas kata-kata kami yang disampaikan di luar daripada kontrol kami,” ungkapnya.

Polemuik Soal GOR Kota Lama Berakhir

“Tuhan berkati kita semua,” pungkasnya. [*]

error: Content is protected !!