Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Program Pertanian Deiyai Maju : Bawang Merah dan Bawang Putih Jadi Komoditi Unggulan, Juga Target 5.000 Ekor Babi

19
×

Program Pertanian Deiyai Maju : Bawang Merah dan Bawang Putih Jadi Komoditi Unggulan, Juga Target 5.000 Ekor Babi

Sebarkan artikel ini
Jhon Pigai, salah satu operator lapangan yang mempelopori pembentukan kelompok tani di Kabupaten Deiyai, saat memperlihatkan hasil bawang dari kelompok tani, – Kalawai/Dok Jhon Pigai.
Example 468x60

Deiyai, Kalawaibumiofi.com |  Kabupaten Deiyai terus berbenah dan mengembangkan sektor pertanian serta peternakan sebagai basis perekonomian masyarakat. Melalui program yang digagas Dinas Pertanian, kini bawang merah dan bawang putih ditetapkan sebagai komoditas unggulan yang dikembangkan secara masif, didukung target pembibitan 5.000 ekor babi pada tahun ini.

Program ini bermula dari inisiatif para operator dan penyuluh lapangan yang turun langsung mendampingi masyarakat. Berawal dari kegiatan pendampingan di Kampung Waghete dan Waghete 1, Distrik Tigi Barat, teknik budidaya bawang merah dan putih berhasil diterapkan dengan hasil yang memuaskan. Bahkan, ukuran bawang yang dihasilkan dinilai sangat besar dan berkualitas, hingga menarik perhatian pemerintah pusat dan provinsi.

Example 300x600

Jhon Pigai, salah satu operator lapangan yang mempelopori pembentukan kelompok tani, menceritakan bahwa awalnya masyarakat membutuhkan pendampingan intensif. Mulai dari cara penanaman, perawatan, hingga pemberian pupuk, semuanya diajarkan secara langsung.

“Saya turun lapangan menjadi mentor dan guru buat mereka. Puji Tuhan, hasil panennya sukses, bawangnya besar-besar. Hasil itu saya upload ke Kementerian, akhirnya mendapat apresiasi dan penghargaan,” ujarnya pada Kamis (16/4/2026) malam.

Dikatakan, keberhasilan ini kemudian memicu dukungan penuh dari pemerintah. Pada tahun 2025, bantuan berupa bibit unggul, alat pertanian, hingga mesin pertanian mulai disalurkan. Hingga tahun 2026, telah terbentuk sebanyak 10 kelompok tani yang khusus membudidayakan bawang merah dan bawang putih di wilayah Distrik Tigi Barat dan sekitarnya.

Gubernur Papua Tengah pun telah menyatakan kesiapannya untuk menyerap hasil produksi ini. “Kalau pasokan bawang merah dan putih sudah tersedia, kita ambil dari sini saja untuk menyebar ke beberapa kabupaten lain,” kata Pigai dari Dinas Pertanian ini.

Menurut Jhon, Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Bupati memiliki visi besar untuk menjadikan bawang merah dan putih sebagai ikon produk daerah. Rencana strategis telah disusun untuk meningkatkan jumlah kelompok tani menjadi 40 hingga 50 kelompok pada tahun 2027.

Untuk mendukung hal tersebut, Dinas Pertanian saat ini sedang mempersiapkan pusat pelatihan atau tempat belajar bagi masyarakat di Kampung Yomani dan Waghete 1. Pelatihan ini tidak hanya fokus pada bawang, tetapi juga komoditas lain seperti kopi dan teh.

“Khusus pelatihan ini dikhususkan bagi masyarakat asli Papua (OAP), karena kami ingin meningkatkan kapasitas SDM lokal agar mandiri dalam bidang pertanian,” tuturnya.

Selain sektor pertanian tanaman pangan dan hortikultura, pemerintah juga gencar mengembangkan sektor peternakan. Visi Bupati Deiyai menargetkan pembagian dan pembibitan sebanyak 5.000 ekor babi pada tahun 2026-2027.

“Saat ini, program tersebut sudah masuk dalam agenda kerja dan bantuan berupa mesin pembuat pakan ternak juga telah disiapkan untuk menunjang kebutuhan pakan,” terang Jhon.

Lanjutnya, untuk keberlanjutan program ini, Kementerian Pertanian telah melibatkan sumber daya manusia lokal. Sebanyak lima orang penyuluh asal Deiyai telah dikirim dan dilatih oleh Kementerian untuk kembali menjadi mentor dan guru bagi masyarakat di kampung-kampung.

“Dengan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan partisipasi aktif masyarakat, Deiyai optimis dapat mencapai swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui sektor agribisnis,” pungkasnya. [*]

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!