Nabire, Kalawaibumiofi.com | Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah merilis data kasus malaria sepanjang 2025 yang mencapai 204.068 kasus di delapan kabupaten.
Data per kabupaten menunjukkan Kabupaten Mimika sebagai penyumbang kasus tertinggi dengan 190.597 kasus, diikuti Nabire (8.744 kasus), Puncak (3.025 kasus), dan Puncak Jaya (2.031 kasus). Sementara itu, kasus relatif rendah tercatat di Intan Jaya (334 kasus), Paniai (273 kasus), Deiyai (51 kasus), serta Dogiyai (13 kasus).
Penanggung Jawab Program Malaria Dinkes Papua Tengah, Yenice Derek ST.M.Kes, mengatakan, seluruh stakeholder harus mendukung upaya percepatan eliminasi malaria. Kolaborasi adalah cara jitu untuk mengurangi angka malaria.
“Upaya penanganan dilakukan melalui strategi umum seperti penemuan kasus dini via pemeriksaan aktif masyarakat, penguatan surveilans malaria, optimalisasi pelaporan SISMAL versi 3, integrasi program kesehatan, serta kolaborasi lintas sektor,” kata Yenice di Nabire, Senin (02/03/2026).
Khusus Mimika, Program inovasi Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, ‘TEMPO KAS TUNTAS” (Tanggulangi Eliminasi Malaria Melalui Pemeriksaan Darah dan Obat serta Pemantauan Kepatuhan Pengobatan Sampai Tuntas).
Program inovasi “Tempo Kas Tuntas” diterapkan, mencakup pemeriksaan darah masif rumah ke rumah (Active Case Detection), pemetaan dan pengendalian vektor nyamuk melalui larvasida, modifikasi lingkungan, penyemprotan IRS serta fogging, refreshing tenaga kesehatan, pelatihan mikroskopis, advokasi tokoh masyarakat, dan pembagian kelambu massal.
“Di Nabire, fokus pada pelatihan tenaga mikroskopis, penemuan kasus dini di fasilitas kesehatan, peningkatan surveilans SISMAL, kegiatan promotif – preventif seperti sosialisasi kelambu, serta koordinasi lintas program,” ungkapnya.
Dinkes Papua Tengah berkomitmen memperkuat pengendalian malaria melalui peningkatan pelayanan, SDM, dan kolaborasi pemangku kepentingan.
Selain itu, kebersihan lingkungan dan kepedulian terhadap perilaku hidup sehat.
“Kerjasama, edukasi dan kepedulian seluruh stakeholder, termasuk masyarakat yang peduli kebersihan dan perilaku hidup sehat, bisa mengurangi kasus malaria,” pungkas Yenice.
Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah berkomitmen untuk terus memperkuat upaya pengendalian dan percepatan eliminasi malaria. Hal itu dilakukan melalui, peningkatan kualitas layanan, penguatan SDM, serta kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Berikut inovasi kegiatan program “Tempo Kas Tuntas” Kabupaten Mimika, antara lain :
ü Pemeriksaan darah secara masif dari rumah ke rumah (Active Case Detection).
ü Pemetaan tempat perindukan nyamuk dan pengendalian vektor melalui larvasida kimia dan hayati (penebaran ikan pemakan jentik).
ü Modifikasi lingkungan seperti pembersihan dan perbaikan saluran air.
ü Penyemprotan IRS dan fogging pada wilayah berisiko.
ü Refreshing tenaga kesehatan terkait tata laksana pengobatan malaria standar.
ü Pelatihan dan penyegaran tenaga mikroskopis untuk meningkatkan ketepatan diagnosis.
ü Advokasi dan pelibatan tokoh masyarakat (RT/RW, kepala kampung, lurah, distrik).
ü Pembagian kelambu massal serta pemantauan penggunaannya bersama kader malaria dan pihak terkait, termasuk dukungan dari PTFI.
Sementara untuk Kabupaten Nabire, upaya yang dilakukan antara lain:
ü Pelatihan dan penguatan kapasitas tenaga mikroskopis malaria untuk meningkatkan kualitas diagnosis.
ü Penguatan penemuan kasus dini dan pengobatan sesuai standar di fasilitas Kesehatan.
ü Peningkatan kualitas surveilans dan pelaporan melalui SISMAL.
ü Kegiatan promotif dan preventif di masyarakat, termasuk sosialisasi pencegahan malaria dan penggunaan kelambu.
ü Koordinasi lintas program dan lintas sektor dalam mendukung pengendalian malaria. [*]
