 |
| Buku Asli Rovering To Success |
Nabire, Bumiofinavandu – Pada tahun 1922, Baden Powell menerbitkan buku yang berjudul *“Rovering To Success”* _(Mengembara Menuju Bahagia)_ yang berisi tentang petunjuk bagi para Pramuka Penegak untuk mencapai kebahagiaan.
Buku ini menggambarkan seorang pemuda yang harus mengayuh sampannya sendiri ke pantai bahagia, yang di depannya terdapat karang yang berbahaya.
Karang itu diantaranya :
a. Karang perjudian;
b. Karang wanita;
c. Karang minuman keras dan rokok;
d. Karang mementingkan diri sendiri dan mengorbankan orang lain;
e. Karang tidak bertuhan.
Dalam sebuah kolom opini terkait deklarasi Pramuka tentang anti-tembakau, tertulis, “Lagipula, jika memang deklarasi itu bertujuan menekan angka perokok di bawah umur, mestinya ada langkah konkret yang lebih edukatif. Tanpa harus melakukan tindakan yang bertentangan dengan asas Trisatya Pramuka. Salah dua poinnya adalah menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat. Jargon ‘mencipta generasi tanpa rokok’ dari deklarasi itu sama artinya menihilkan rokok sebagai produk legal yang memberi nilai penghidupan bagi banyak orang.” Hasil penelitian tentang tembakau bukan melulu untuk rokok.
 |
| Sebaiknya anda tahu. |
“A week of camp life is worth six months of theoretical teaching in the meeting room.”
Judul di atas “Mengembara Menuju Bahagia” adalah buku karya Lord Baden Powell yang diterbitkan Yayasan Pendidikan Masyarakat, Jakarta pada tahun 1954. Ini buku langka yang didapatkan dari berburu di Palasari. Buku aslinya berjudul Rovering To Succes diterbitkan pada tahun 1922 di Inggris.
Sebagaimana buku terbitan lama, ejaan di dalamnya juga masih belum menggunakan Ejaan Yang Disempurnakan karena EYD baru lahir pada tahun 1972 hingga 2015. Ejaan ini menggantikan Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi. Ejaan ini kemudain digantikan oleh Ejaan Bahasa Indonesia sejak tahun 2015.
Buku Asli Rovering To Success
Buku tentang tokoh pandu sedunia (Lord Baden Powell). BP sapaan akrabnya dikenal sebagai tokoh pramuka karena dikenal pertama kali saat kegiatan Pramuka. Dan saat ini, banyak terdapat kepanduan altenatif di berbagai Negara dan BP dikenal sebagai tokoh Kepanduan saja.
Dalam buku Mengembara Menuju Bahagia, catatan-catatan Lord Baden Powel begitu terasa kuat aroma petualangan dan pengembaraannya.
Saran-saran khusus terutama kepada pemuda-pemuda untuk bertualang, menjelajah, berkelana ke alam bebas sangat mendominasi isi buku. Bahkan secara khusus, buku ini seperti ditujukan kepada pemuda-pemuda nir pemudi. Tentang bersikap jantan, ksatria, patriotik, kemudian menjadi manusia dewasa yang bahagia.
 |
| (Robert Baden Powel) |
Lord Baden Powel menuliskan banyak pengalaman tentang petualangannya kemudian ia sampaikan juga pesan-pesan moral selepas menjelajah, mengarungi sungai, menuruni tebing, mendaki gunung.
Saat ia (BP), terjebak dalam badai di sungai yang besar kemudian perahunya hampir terbalik dihantam gelombang. Ketika berada di kegelapan hutan, dan masih banyak lagi.
BP, juga menceritakan tentang hal-hal yang harus dialami lelaki dalam hidupnya seperti memakan sendiri masakannya di alam terbuka, membuat perapian, dan menahan dingin malam di dalam tenda.
Semua cerita pengembaraan di alam terbuka tersebut pada akhirnya disadur untuk mendidik anak-anak lelaki para pemuda untuk menjadi pribadi yang kuat secara mental dan karakter.
Ia (Pemuda) tidak lembek, tidak mengeluh dengan keadaan, dan terus berjuang untuk menggapai kebahagiaan hidup. Ia mengatakan bahwa sesungguhnya selepas mendapatkan banyak rintangan, kita akan bahagia melihat betapa indahnya alam dan kuatnya kita mencari jalan keluar dari masalah yang muncul.
 |
| Logo Gerakan Kepanduan Dunia, WOSM (World Organization of Scout Movement)
|
Dalam buku itu juga Lord Baden Powell bercerita tentang bagaimana seharusnya lelaki memperlakukan perempuan. Saran-saran agar mampu menjadi pemimpin di masa depan yang baik mulai dari keluarga. Tidak lupa ia menyisipkan bagaimana dalam tubuh kita ada titip suci yang harus dijaga dan tidak boleh diabaikan begitu saja karena akan berdampak pada generasi selanjutnya jika kita abai dan lalai.
Masih banyak lagi hal menarik dalam buku itu. Seorang pandu sejati tentu selalu senang ketika mendapat inspirasi-inspirasi menarik dari tokoh besar dalam sejarah dunia melalui tulisannya.
Mari kita memahami pemikiran dan pengalaman orang-orang terdahulu, agar apa yang kita lakukan tentunya tidak melanggar norma-norma kehidupan ini.(Red, CK)
Post Views: 149