Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Hukum dan Kriminal

Satu Korban Penyanderaan di Jila Dievakuasi ke Timika, Kapolda Papua Tengah: Utamakan Pemulihan Korban

1
×

Satu Korban Penyanderaan di Jila Dievakuasi ke Timika, Kapolda Papua Tengah: Utamakan Pemulihan Korban

Sebarkan artikel ini
Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, saat menjenguk korban di RS. Senin (14/9/2026), – Kalawai/Istimewa.

Timika, Kalawaibumiofi.com |    Satu dari sembilan korban penyanderaan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, berhasil dievakuasi ke Timika menggunakan helikopter Polri, Senin (14/9/2026). Korban, Nemerina Wamang, kini menjalani perawatan di RS Bhayangkara Polda Papua Tengah.

Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, turun langsung menjenguk Nemerina setelah korban tiba di Timika. Kepolisian menyatakan pemulihan kondisi fisik dan psikologis korban menjadi prioritas sebelum korban dimintai keterangan terkait peristiwa yang dialaminya.

Nemerina merupakan satu dari sembilan orang yang disebut disandera oleh kelompok bersenjata di wilayah Jila. Ia dievakuasi dari Kampung Bela 1 menuju Timika menggunakan helikopter Polri.

“Puji Tuhan, hari ini kami Kepolisian berhasil membawa satu dari sembilan sandera tersebut. Korban dievakuasi dari Kampung Bela 1 ke Timika menggunakan fasilitas helikopter Polri,” kata Jermias kepada wartawan di rumah sakit, Senin

Menurut Jermias, proses evakuasi menghadapi tantangan cuaca yang tidak menentu. Kru helikopter bahkan harus melakukan uji penerbangan beberapa kali sebelum memutuskan masuk ke wilayah penjemputan.

“Empat kali kita melakukan uji penerbangan. Kita melihat situasi cuaca, kemudian baru akhirnya bisa masuk dan mengevakuasi korban,” ujarnya.

Jermias mengatakan kepolisian belum meminta keterangan Nemerina karena kondisi fisik dan psikologis korban masih menjadi perhatian utama.

Ia mengatakan korban diduga mengalami trauma sehingga proses komunikasi akan dilakukan secara hati-hati dengan melibatkan tenaga medis dan keluarga.

“Sejauh ini kita belum bisa memberikan kesimpulan apa saja yang dialami korban karena kita belum bisa meminta keterangan. Saat ini kita serahkan perawatannya kepada pihak rumah sakit, dalam hal ini Dr. Marlina dan tim, sambil melihat perkembangan psikologis korban ke depan,” katanya.

Kepolisian berharap kondisi Nemerina segera pulih sehingga nantinya dapat memberikan informasi mengenai situasi selama berada dalam penyanderaan. Informasi tersebut diharapkan membantu upaya penyelamatan korban lainnya.

Jermias mengatakan keluarga akan dilibatkan dalam proses komunikasi dengan korban, termasuk menggunakan bahasa daerah agar Nemerina merasa lebih aman dan nyaman.

“Nanti kita akan libatkan keluarga dalam proses komunikasi ke korban, termasuk menggunakan bahasa daerah, agar korban merasa lebih nyaman dan dapat menceritakan apa yang dialaminya selama penyanderaan,” ujarnya.

Selain upaya penyelamatan, Jermias mengatakan kepolisian berupaya mencegah kasus tersebut berkembang menjadi konflik baru antarkelompok maupun antarkampung.

Ia mengatakan polisi belum dapat memastikan secara rinci kondisi dan keberadaan korban lainnya.

“Sampai saat ini tujuh korban lainnya masih dalam penguasaan kelompok penyandera. Kita akan terus berupaya untuk menyelamatkan mereka, sekaligus menjaga persoalan ini agar tidak berkembang yang dapat menimbulkan konflik baru,” kata Jermias.

Menurutnya, kepolisian tidak menginginkan kasus tersebut berkembang menjadi konflik baru antara satu pihak dengan pihak lain maupun antarkampung.

“Kita tentunya tidak ingin konflik kemudian hari antara pihak A dengan B, antarkampung A dengan kampung B,” ujarnya.

Jermias berharap informasi dari Nemerina nantinya dapat membantu kepolisian menentukan langkah penyelamatan terhadap korban lainnya.

“Kita upayakan satu saksi yang hari ini kita evakuasi bisa memberikan keterangan di mana tujuh lainnya itu, sehingga kita bisa lakukan langkah-langkah berikutnya. Kesaksian korban dapat menjadi titik awal untuk mengungkap pelaku penyanderaan secara perlahan,” katanya.

Jermias mengapresiasi kru helikopter Polri yang tetap menjalankan misi evakuasi meskipun kondisi cuaca tidak menentu.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang membantu proses komunikasi dan evakuasi, termasuk Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) serta masyarakat di Jila, Bela, Alama, dan wilayah sekitarnya.

“Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak, termasuk Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) yang membantu membangun komunikasi dengan berbagai pihak. Dukungan masyarakat di Jila, Bela, Alama, dan wilayah sekitarnya juga dinilai berperan penting dalam keberhasilan evakuasi,” katanya.

Evakuasi Nemerina menjadi langkah awal dalam upaya kepolisian menyelamatkan korban lainnya. Namun, kepolisian masih menghadapi tantangan untuk memastikan keberadaan mereka dan mencegah proses penyelamatan tersebut memicu persoalan baru di tengah masyarakat.

Catatan: Berdasarkan siaran pers Humas Polda Papua Tengah, disebutkan terdapat sembilan korban, satu telah dievakuasi, sementara Kapolda menyebut tujuh korban lainnya masih berada dalam penguasaan kelompok penyandera. Status satu korban lainnya belum dijelaskan dalam siaran pers tersebut. [*]

error: Content is protected !!