Dogiyai, Kalawaibumiofi.com | Jejak sejarah perjalanan misionaris pertama yang menginjakkan kaki di wilayah Tanah Meeuwodide, Kabupaten Dogiyai, yang selama lebih dari 80 tahun terabaikan dan jarang diketahui publik, akhirnya mulai terungkap. Warga bersama unsur pemerintah setempat tengah menelusuri serta menyiapkan lokasi tersebut sebagai situs budaya resmi.
Kepala Distrik Kamuu, Markus Auwe, menyatakan bahwa penelusuran ini dilakukan bersama tim dan warga dalam beberapa hari terakhir. Mereka mendatangi lokasi serta mewawancarai sejumlah saksi sejarah yang masih hidup, guna mengumpulkan keterangan mengenai peristiwa yang diperkirakan terjadi sekitar tahun 1940-an.
“Kami turun langsung mendalami cerita dari para saksi masa itu. Memang mereka belum mengenal sistem penanggalan secara pasti, namun kisah yang disampaikan konsisten dan jelas,” ujar Markus Auwe belum lama ini.
Menurut keterangan yang diperoleh, salah satu tokoh misionaris yang pertama kali datang adalah Pastor Tillemans. Ia disebutkan datang dari arah selatan melalui wilayah Kaliuta, kemudian tiba dan menetap di Kampung Mawa. Perjumpaan ini menjadi awal terjalinnya hubungan harmonis antara misionaris dan masyarakat setempat yang hidup secara sederhana.
Hubungan tersebut tidak hanya bersifat keagamaan, tetapi juga melahirkan nilai-nilai budaya yang terjaga hingga kini. Cerita perkenalan pertama, cara hidup bersama, hingga kerja sama antarwarga dan misionaris tersimpan rapi dalam ingatan kolektif masyarakat.
Pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menyambut baik penemuan jejak bersejarah ini. Rencananya, di lokasi tersebut akan dibangun bangunan berupa rumah adat atau semacam tempat pelestarian yang disebut “Situs Kugu”. Bangunan ini nantinya akan menjadi tempat berkumpul, mengenang, serta mewariskan kisah tersebut kepada generasi muda.
“Kami berterima kasih kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang mendukung langkah ini. Ke depannya, situs ini akan diperingati dan dihayati setiap tahun agar nilai sejarah dan budayanya tetap hidup menjadi investasi berharga bagi masa depan anak cucu kita,” tambah Markus Auwe.
Saat ini, tim terkait masih terus melakukan pendataan lebih rinci untuk memastikan batas lokasi dan kelengkapan data sejarah sebelum tahap pembangunan dimulai. [*]

















