Nabire, Kalawaibumiofi.com I Sebuah aksi penyelamatan dan evakuasi dramatis berlangsung di pesisir pantai Nabire setelah pesawat milik maskapai Smart Air dengan nomor registrasi PKS (terlihat pada badan pesawat) mengalami insiden hingga masuk ke dalam air.
Berkat koordinasi cepat dan sinergi lintas sektor, pesawat tersebut kini berhasil dievakuasi ke daratan.
Kolaborasi Strategis di Lapangan Operasi evakuasi, ini tidaklah mudah mengingat kondisi pesawat yang terendam air laut dan terhempas ombak.
Namun, kesiapsiagaan personel dari berbagai instansi menjadi kunci keberhasilan. Tim gabungan yang terjun langsung di lokasi meliputi:
Polres Nabire dan Polda Papua Tengah yang mengamankan area dan memimpin koordinasi di lapangan.
Tim Search and Rescue (SAR) Basarnas Nabire yang memastikan prosedur keselamatan navigasi dan personil. Kopasgat (TNI AU) dan Lanal Nabire (TNI AL) yang memberikan dukungan teknis dan pengamanan wilayah perairan.
Salah satu momen paling krusial dalam proses ini adalah ketika alat berat jenis Loader milik PT. JDIP dikerahkan ke lokasi.
Mengingat bobot pesawat yang berat dan posisi yang sulit dijangkau, penggunaan alat berat ini sangat vital untuk mengangkat badan pesawat dari bibir pantai.
“Sinergi antara aparat keamanan, tim penyelamat, dan pihak swasta seperti PT. JDIP menunjukkan kuatnya rasa gotong royong di Nabire dalam menangani situasi darurat,” ujar salah satu petugas di Lokasi,” Kata Wakapolres Nabire, Kompol Peter Kendek.
Saat ini, pesawat Smart Air tersebut telah berhasil ditarik ke darat dan ditempatkan di lokasi perusahaan PT. JDIP untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.
Tim teknis dan pihak berwenang akan segera melakukan investigasi mendalam guna mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.
Aksi cepat tanggap ini menuai apresiasi dari warga sekitar yang menyaksikan betapa solidnya koordinasi antara Polda Papua Tengah, TNI, dan elemen masyarakat lainnya dalam menjaga keamanan dan kelancaran evakuasi di wilayah hukum Nabire.[*]

















