Nabire, Kalawaibumiofi.com I Tokoh pemuda dan tokoh adat Suku Besar Wate serta beberapa perwakilan masyarakat di Nabire menggelar jump apers, guna menanggapi rencana pelantikan Kepala Suku Wate terpilih pada Rabu (19/11/205) hari ini.
Jumpa pers berlangsung di kediaman Plt. Kepala Suku Besar Wate Bapak Mandiwa di Kampung Waharia, Distrik Teluk Kimi, Nabire – Papua Tengah pada Selasa (18/11/205) sore.
Mantan Kepala Suku Besar Wate, Alex Raiki mengatakan pihaknya Bersama Masyarakat Wate menyayangkan sekaligus mengeluh terhadap rencana pelantikan kepala suku baru atas nama OM. Pasalnya, kepala suku terpilih pada tanggal 05 Agustus 2025 lalu dinilai. Mereka bahkan menyayangkan OM yang dinilai tidak mau menerima pendapat dan masukan dari para sesepuh dan tokoh adat Wate.
Para tokoh dan pemuda Suku Wate bahkan mempertanyakan dari mana asal Kepala suku terpilih OM. Sehingga rencana pelantikan yang sedianya dilaksanakan pada Rabu (19/11) hari ini dinilai tidak sah secara adat, apalagi tidak ada koordinasi yang baik dengan para tokoh tokoh dan Masyarakat Wate pada umumnya.
“Sehingga kami mempertanyakan bagaimana sikap yang akan dilakukan guna merangkul seluruh elemen Masyarakat Suku Besar Wati di Kabupaten Nabire,” kata mantak Kepala Suku Watem Alex Raiki dalam jumpas per situ. Selasa (18/11/2025).
Raiki menegaskan, OM harus mengintrospeksi diri apa saja kesalahan dan apa yang pernah diamanatkan oleh para tokoh adat dan sesepuh Suku Wate.
Yaitu OM diminta untuk segera melaksanakan sebelum pelantikan Adalah melaksanakan pertemuan para – para adat.
“Tujuannya merangkul seluruh Masyarakat yang selama ini berseberangan. Mungkin ada yang sedikit tidak suka, ada sekalt, ada kelompok – kelompok. Di situ kita menyatukan hati dan satu pikiran dan meluruskan. setelah itu baru dilaksanakan pelantikan,” tegasnya.
Artinya menurut Raiki, internal suku Wate harus Bersatu dulu, sebab suku ini (Wate) berada di Tengah – Tengah puluhan suku dan kerukunan di Kota Nabire.
“Jadi kita Bersatu dulu, damai dulu baru kita kerja. Kalau Tidak damai dan Bersatu maka tujuan kita tidak akan tercapai. Maka kami minta harus di gelar para – para adat bersama seluruh Masyarakat Wate dan para tokoh adat. Karena selama proses pemilihan sampai hari ini, ada 2 – 3 kubu lantana beda pendapat. Harus diselesaikan dulu baru dilantik, ini tujuan kami,” tuturnya.
Sementara itu, Plt Kepala Suku Besar Wate, Mandiwa menjelaskan, selama proses pencalonan hingga pemilihan Kepala Suku, terdapat beberapa yang belum diperbaiki dalam internal Lembaga.
Misalnya pertama, kekurangan dalam penyusunan AD/ART organisasi yang belum tertata rapi. Hal lian Adalah Negara telah mengakui tiga tungku, yaitu adat gereja dan pemerintah. Maka apabila seseorang menjabat tiga tungku tersebut dalam kapasitas sebagai pemimpin maka ketika melakukan kesalahan dalam satu tungku maka dua tungku yang akan ikut tercemar.
“Maka sesuai adat istiadat suku Wate, maka seseorang yang mencalonkan diri sebagai pemimpin Kepala suku adalah orang yang sudah pernah sekolah adat dan mengikuti upacara adat. Maka dia akan paham tentang adat suku Wate dan tatanannya,” ungkap Mandiwa.
Lanjutnya, jika pelantikan OM tetap dilaksanakan maka dia (Mandiwa) mengancam aka nada kepala suku tandingan atau dua kepala suku dalam tubuh masyarakat adat Suku Besar Wate.
“Kalau pelantikan tetap dijalankan maka saya sebagai Plt. Kepala Suku akan menunjuk seorang anak asli Wate untuk menjadi kepala suku,” ancamnya.
Ketua Panitia Mubes Pemilihan Kepala Suku Wate, Daniel Hao, menambahkan ada kesepakatan penting yang dilanggar. Suku Wate dan Majelis Rakyat Papua Tengah sudah sepakat: sebelum pelantikan, semua harus duduk di para-para adat.
“Kita bahas dulu semua persoalan dan atur tata cara pelantikan. Karena itu tidak dilakukan, maka hasilnya tidak sah dan orang yang mau dilantik pun tidak bisa kami akui,” tambah Hao.
Seluruh tokoh pemuda dan para tokoh sesepuh yang hadir Wate yang hadir dalam pertemuan itu, menolak pengakuan terhadap OM dan menegaskan bahwa generasi muda Wate berdiri bersama para tetua adat menjaga marwah suku.[]

















