Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Tanah Papua

Transformasi Kemendukbangga di Papua : Rakorda 2026 Fokus SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

5
×

Transformasi Kemendukbangga di Papua : Rakorda 2026 Fokus SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jayapura, Kalawaibumiofi.com |    Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Papua menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana Tahun 2026 di Kota Jayapura, Selasa (14/4/2026). Pertemuan strategis ini menjadi momentum penting seiring transformasi kelembagaan dari BKKBN menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga).

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, yang membacakan sambutan tertulis Gubernur Papua. Dalam arahannya, Wagub menekankan bahwa pembangunan kependudukan adalah fondasi utama untuk memanfaatkan bonus demografi di Tanah Papua.

Example 300x600

“Peluang bonus demografi akan menjadi kekuatan nyata apabila kita mampu menyiapkan SDM yang berkualitas, produktif, dan berkarakter. Rakorda ini strategis untuk menyatukan arah kebijakan agar dampak pembangunan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Aryoko.

Tantangan penanganan stunting masih menjadi prioritas utama. Wagub menegaskan bahwa upaya pencegahan harus dilakukan secara komprehensif mulai dari tingkat keluarga, meliputi pemenuhan gizi hingga pemberian ASI eksklusif.

Sejalan dengan visi menuju Indonesia Emas 2045, dalam Rakorda ini diperkenalkan sejumlah program unggulan (Quick Wins) yang lebih responsif, antara lain:

– GENTING: Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting.

– TAMASYA: Taman Asuh Sayang Anak.

– MBG 3B: Pemberian Makanan Bergizi Gratis bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita.

– SIGA: Penguatan Sistem Informasi Keluarga berbasis teknologi.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Sarles Brabar, menjelaskan bahwa Rakorda ini merupakan tindak lanjut dari Rakornas Februari lalu. Ia menyoroti perubahan paradigma, dari sekadar pengendalian kuantitas penduduk kini beralih ke peningkatan kualitas melalui gerakan yang lebih dekat dengan masyarakat.

“Menteri meminta agar isu strategis pusat ditindaklanjuti di daerah. Kami memperkenalkan transformasi kelembagaan di mana program-program kini lebih bersifat gerakan masyarakat, seperti Gerakan Ayah Teladan dan Lansia Berdaya (Sidaya), agar masyarakat lebih mencintai program ini,” jelas Sarles.

Ia juga menambahkan mekanisme baru percepatan penurunan stunting yang dikenal dengan 3PS (Percepatan Pencegahan Penurunan Stunting). Kini daerah diberikan ruang lebih luas untuk bergerak mandiri tanpa harus menunggu target dari pusat.

“Visi kami satu, mengikuti visi Presiden untuk mewujudkan generasi emas 2045 melalui penguatan sumber daya manusia. Kami berharap setiap kepala daerah memberikan dukungan penuh terhadap perubahan kementerian yang kini semakin kolaboratif,” pungkasnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Ketua TP-PKK se-Tanah Papua, serta perwakilan dari Provinsi Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan. [*]

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!