Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Warta Paroki KSK Nabire

Umat Katolik Paroki KSK Nabire ikut Misa Kamis Putih

24
×

Umat Katolik Paroki KSK Nabire ikut Misa Kamis Putih

Sebarkan artikel ini
Pater  Yohanes Adrianto Dwi Mulyono, SJ, saat membasuh kaki 12 umat di Gereja Katolik Paroki KSK Nabire, Kamis (17/04/2025) malam. – Kalawaibumiofi.
Example 468x60

Nabire, Kalawaibumiofi.com | Umat Katolik Paroki Kristus Sahabat Kita (KSK) Nabire, Dekenat Teluk Cenderawasih, Keuskupan Timika, mengikuti Misa Kamis Putih, Kamis (17/04/2025).

Misa Kamis putih di Paroki tertua di Nabire ini dibagi dalam dua sesi, yakni pertama misa dipimpin oleh Pater Ricardus Sani Wibowo, SJ pada pukul 17.00. sedangkan misa kedua dipimpin Pater  Yohanes Adrianto Dwi Mulyono, SJ.

Example 300x600

Usai bacaan injil, imam yang keseharian disapa Pater Adri ini membasuh kaki 12 orang sebagaimana Yesus membasuh kaki 12 murid-Nya.

Dalam homilinya, Pater Adri mengatakan bahwa makna pembasuhan kaki artinya artinya menerima apa adanya, apapun keadaan seseorang harus diterima sebab itu bagian dari sesame.

Makna lain dari pembasuhan kaki yaitu menghilangkan semua prasangka buruk terhadap sesama.

“Manusia, akan selalu berprasangka sosial antara satu dengan lainnya. Hal ini akan berdampak terhadap relasi lalu hubungannya tidak akan baik akibat dari saling curiga,” kata Pater Adri.

Maka pembasuhan kaki yang dilakukan oleh Yesus mengundang kita untuk menerima orang Lain sebagai sesama, teman seperjalanan, rekan kerja, berziarah Bersama,” tambahnya lagi.

Menurutnya, relasi seringkali dimaknai sebagai untung rugi. Artinya jika seseorang menguntungkan maka yang lain akan berelasi dengannya. Jika tidak maka sebaiknya jangan berteman.

Fungsi sesame, hanya direduksi sebagai sebuah barang. Padahal Yesus memberi teladan bagi manusia bahwa Dia adalah sesame kita. Makna membasuh kaki artinya menesia sesame sebagai relasi.

“Kalau tidak menguntungkan, buat apa saya berteman dengan anda. Makna membasuh kaki berarti menghilangkan segala prasangka sosial yang ada dalam diri kita. Kita kalau melihat seseorang langsung menilainya bahwa disini baik dan di aini buruk. Padahal belum tentu seperti itu karena baru melihat orangnya, belum dekat atau relasi. Dan setelah Yesus membasuh kaki para muridNya, ia berpesan kepada muridNya agar saling membasuh kaki satu sama lain, jadi ini tidak ada tawar -menawar karena Tuhan menginginkan kasih dan pelayanan dan memandang orang lain sebagai sesame lalu tidak memandang dengan ukuran untung rugi,’ tuturnya.

Dikatakan, tujuan pembasuhan kaki menggambarkan kasih dan pelayanan, yang diawali dan harus tumbuh dari keluarga. Makna pembasuhan kaki sangat beragam, dengan ditunjukan dari identitas pakaiannya, keberagaman itu dari manapun asalnya dia adalah sesama saya. Apalagi kita semua berziarah menuju kerajaan Allah. Maka mereka semua adalah sesama saya.

Kasih dan pelayanan harus dimulai tumbuh dalam keluarga. Sikap untuk melihat orang lain sebagai sebagai sesamaku juga harus dari dalam keluarga. Keberagaman yang ada ini hanyalah identitas dimana hanyalah kita sendiri tidak hanya Melihat identitas itu, tetapi pribadi manusianya.

“Maka Yesus berpesan bahwa jika aku guru dan TuhanMu membasuh kaki, maka kamupun wajib membasuh kaki satu sama lain, yang dimulai dalam keluarga, itulah kasih baik keluarga, lingkungan dan kombas,” terangnya.

Lanjutnya, ada tiga kata kunci dalam perjalanan Tri Hari Suci, Kamis, Jumat dan Sabtu. Yakni kata kunci pertama “Tugas Perutusan”, Kata Kunci kedua, adalah “Kesetiaan”, dan kata kunci ketiga adalah “keselamatan”.

“Jika seluruh tugas perutusan Tuhan dilaksanakan dengan kesetiaan, maka yang didapatkan adalah keselamatan,” pungkasnya.

Makna Kamis Putih

Yesus melakukan pembasuhan kaki untuk memperlihatkan bagaimana seharusnya melayani dengan penuh kerendahan, bukan melayani dengan mengejar kedudukan. Memiliki sikap melayani adalah sikap yang sangat penting dimiliki oleh setiap umat Allah sebagai tebusan Kristus.

Misa kamis putih merupakan penutup masa Prapaskah, sekaligus Trihari Suci, yakni tiga hari suci Paskah yang dilanjutkan dengan Jumat Agung dan puncaknya pada Sabtu Suci.

Kamis Putih yang juga disebut Kamis Suci atau Holy Thursday merupakan peringatan yang bertujuan untuk mengenang peristiwa perjamuan terakhir Yesus bersama dua belas muridnya sebelum penangkapan dan penyalibanNya.

Beberapa tradisi yang dilakukan dalam Gereja Katolik pada Kamis Putih. Kamis Putih memiliki makna yang mendalam bagi umat Kristiani. Terdapat dua peristiwa penting yang dikenang pada hari tersebut.

Pertama adalah peristiwa perjamuan makan malam terakhir Yesus bersama 12 muridnya. Perjamuan ini dilakukan untuk merayakan Paskah orang Yahudi, yakni mengenang pembebasan bangsa Israel dari Mesir.

Peristiwa kedua adalah saat Yesus membasuh kaki para muridnya dan memerintahkan mereka untuk saling mengasihi dan melayani. Pembasuhan kaki tersebut dimaknai sebagai simbol kerendahan hati dan ajaran untuk melayani sesama.

Di sisi lain, pembasuhan kaki juga diartikan sebagai simbol bahwa umat harus membersihkan hati dari segala hal yang jahat dan mengotori hati. Karena itu, tradisi tersebut menjadi teladan bagi umat Kristiani dan dijadikan sebagai salah satu ibadah utama dalam peringatan Kamis Putih.

Di gereja Katolik, saat misa Kamis Putih, pastor akan mengenang tradisi itu dengan membasuh kaki 12 orang yang duduk di depan altar. 12 orang tersebut diibaratkan sebagai 12 rasul yang dibasuh kakinya oleh Yesus Kristus.[*]

Dapatkan update berita Kalawaibumiofi.com dengan bergabung di saluran Portal kalawaibumiofi.com Nabire di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb5HSBnLSmbczLEXuF0X. Caranya muda, Anda bisa mendapatkan melalui Aplikasi WhatsApp, atau dapatkan juga di medsos (Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, Tiktok) dengan nama akun Warta Bumiofi.

Example 300250
Example 120x600