Nabire, Kalawaibumiofi.com | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley S.Sos, M.Si mewakili Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa S.H menghadiri peresmian Gedung Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Jemaat Bukit Zaitun di Kalisusu, Kabupaten Nabire, Jumat (26/06/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Gubernur Papua Tengah hadir bersama sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua Tengah, pimpinan gereja, para hamba Tuhan, jemaat, serta masyarakat.
Dalam sambutannya, Deinas Geley menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh panitia pembangunan, para hamba Tuhan, jemaat, donatur, serta semua pihak yang telah berkontribusi hingga berdirinya gedung gereja tersebut.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Tengah, saya menyampaikan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia pembangunan gereja, para hamba Tuhan, jemaat, para donatur, serta semua pihak yang telah bekerja keras, berdoa, memberikan tenaga, pikiran, bahkan berkorban sehingga gedung gereja ini dapat berdiri dengan megah dan kokoh,” ujar Deinas.
Ia menegaskan bahwa pembangunan gereja bukan hanya tentang bangunan fisik berupa semen, pasir, batu, dan besi, tetapi dibangun melalui iman, doa, kasih, pengorbanan, serta persatuan umat Tuhan.
Menurutnya, gereja yang sesungguhnya bukan hanya gedung, melainkan orang-orang percaya yang hidup dalam Kristus.
“Gedung gereja hanyalah sarana pelayanan. Gereja yang sesungguhnya adalah orang-orang percaya yang hidup bagi Kristus,” katanya.
Deinas juga mengingatkan agar pembangunan gereja tidak hanya berfokus pada kemegahan gedung, juga pada pertumbuhan iman dan karakter jemaat agar menjadi pribadi yang takut akan Tuhan serta membawa dampak positif bagi masyarakat.
Ia mengajak seluruh gereja di Papua Tengah untuk memperkuat empat pilar utama pelayanan, yakni penginjilan, pemuridan, doa dan puasa, serta pelayanan kasih.
“Gereja harus hadir menjawab kebutuhan masyarakat melalui pendidikan, kesehatan, pembinaan generasi muda, pendampingan keluarga, serta kepedulian kepada mereka yang membutuhkan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Deinas menyebut Papua Tengah sebagai provinsi baru yang memiliki banyak peluang sekaligus tantangan, seperti masalah sosial, kemiskinan, pendidikan, kesehatan, penyalahgunaan minuman keras, narkoba, kekerasan, serta persoalan moral.
Ia menilai pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut.
“Pemerintah membutuhkan gereja, gereja membutuhkan pemerintah, dan kita semua membutuhkan pertolongan Tuhan. Karena itu mari kita memperkuat sinergi dan kolaborasi bersama pemerintah, lembaga adat, dunia pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Deinas juga menekankan pentingnya menjaga kesatuan gereja sebagai kekuatan dalam membangun Papua Tengah.
“Ketika gereja bersatu, masyarakat menjadi kuat. Ketika gereja bersatu, pembangunan menjadi kuat. Ketika gereja bersatu, Injil semakin berdampak bagi kehidupan banyak orang di Papua Tengah,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan pesan agar gereja dan pemerintah menjalankan perannya masing-masing dengan benar serta menjaga kesucian mimbar gereja.
Menurutnya, pemerintah dan gereja memiliki tugas yang berbeda namun saling mendukung dalam membangun masyarakat.
“Pemerintah punya tugasnya, gereja punya tugasnya. Jangan kita mengotori gereja dengan hal-hal yang tidak sesuai dengan nilai kebenaran,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Wakil Gubernur Papua Tengah berharap Gedung GKII Jemaat Bukit Zaitun dapat menjadi pusat penginjilan, pemuridan, doa, pelayanan kasih, serta menjadi berkat bagi masyarakat Nabire dan Papua Tengah.
“Kiranya gedung ini menjadi tempat lahirnya generasi yang takut akan Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak orang,” tutup Deinas Geley. (*)

















